MNCCTv News

PANGKALPINANG – Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, mendorong peserta pelatihan kerja untuk tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga berani membangun usaha mandiri dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kerja harus menjadi langkah nyata untuk memperluas kesempatan kerja, menumbuhkan wirausaha baru, sekaligus membantu menekan angka pengangguran di Kota Pangkalpinang.

Pesan tersebut disampaikan Dessy yang akrab disapa Cece Dessy saat menutup kegiatan Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pangkalpinang di Balai Betason, Gedung Tudung Saji, Kamis (29/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Dessy mengapresiasi 55 peserta yang telah mengikuti pelatihan selama 14 hari. Ia berharap keterampilan yang diperoleh tidak berhenti sebatas pengetahuan, tetapi dapat diterapkan untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha secara mandiri.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan ilmu yang didapatkan ini bisa menjadi bekal, baik untuk membuka usaha baru, mencari pekerjaan, maupun untuk masa depan,” ujar Dessy.

Menurutnya, program pelatihan kerja tersebut sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam meningkatkan kualitas serta daya saing tenaga kerja agar mampu menghadapi kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang.

Namun, ia menekankan bahwa peluang setelah mengikuti pelatihan tidak semata-mata terbatas pada menjadi karyawan atau pegawai. Peserta juga diharapkan memiliki keberanian untuk mengembangkan keterampilan menjadi modal usaha yang produktif.

“Mari bersama-sama kita membangun dari pencari kerja menjadi tenaga kerja yang kompeten, dari tenaga kerja kompeten menjadi pelaku usaha, dan dari pelaku usaha bisa membuka peluang kerja sebanyak-banyaknya,” katanya.

Dessy menilai, tumbuhnya wirausaha baru memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat.

Usaha yang dirintis secara mandiri, apabila berkembang dan mampu menyerap tenaga kerja, akan memberikan manfaat tidak hanya bagi pemilik usaha, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Kita tidak hanya menjadi karyawan saja, tetapi bagaimana kita juga bisa menjadi pemilik usaha. Itu juga sangat membantu pemerintah kota dalam mewujudkan visi dan misi mengurangi tingkat pengangguran,” tegasnya.

Tiga Bidang Keterampilan Jadi Bekal Peserta

Pelatihan kerja tahun 2026 ini mencakup sejumlah bidang keterampilan, yakni Junior Makeup Artist, digital marketing, dan coffee roasting.

Ketiga bidang tersebut diharapkan dapat membuka beragam peluang bagi peserta, baik untuk bekerja sesuai kompetensi maupun mengembangkan usaha sendiri.

Keterampilan tata rias, misalnya, dapat menjadi modal untuk membuka jasa rias secara mandiri.

Sementara kemampuan pemasaran digital dapat dimanfaatkan untuk membantu promosi produk dan jasa, termasuk mengembangkan usaha berbasis daring.

Adapun keterampilan pengolahan kopi membuka peluang bagi peserta yang ingin menekuni industri kopi dan usaha turunannya.
Karena itu,

Dessy berharap para peserta mampu memanfaatkan hasil pelatihan secara optimal, terus mengasah kemampuan, serta berani mengambil peluang sesuai bidang yang dikuasai.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Disnaker Kota Pangkalpinang dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program tersebut.

Ke depan, Dessy berharap pelatihan serupa dapat kembali dilaksanakan pada 2027 dengan jumlah peserta yang lebih banyak dan dukungan anggaran yang semakin memadai. Penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak juga dinilai penting agar program peningkatan kompetensi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Menutup sambutannya, Dessy secara resmi menyatakan kegiatan pelatihan berdasarkan unit kompetensi program pelatihan tenaga kerja tahun 2026 selesai dilaksanakan.

Ia berharap seluruh peserta segera memperoleh pekerjaan atau mampu merintis usaha yang berkelanjutan sehingga keterampilan yang didapat benar-benar memberikan dampak nyata bagi kehidupan mereka.

“Semoga peserta yang mengikuti pelatihan ini cepat mendapatkan pekerjaan dan cepat membuka usaha, sehingga masyarakat di lingkungan sekitar juga bisa terbantu,” pungkasnya.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap pelatihan kerja tidak sekadar menjadi kegiatan peningkatan keterampilan, tetapi juga menjadi pijakan bagi masyarakat untuk lebih mandiri secara ekonomi, menciptakan peluang usaha, dan ikut membuka lapangan kerja baru di daerah.

Red.anasn70.