Program 35 Ton Beras Sasar 1.000 Keluarga Penerima Manfaat, Penyaluran Dilakukan Bertahap ke Sejumlah Kecamatan di Kabupaten Bangka

MNCCTV NEWS

BANGKA — Kepedulian terhadap masyarakat tidak cukup disampaikan melalui kata-kata, tetapi perlu diwujudkan lewat tindakan nyata. Semangat inilah yang ditunjukkan Rudi Center bersama DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka melalui penyaluran bantuan beras bagi keluarga yang membutuhkan.

Bantuan tersebut kembali disalurkan di Desa Riau dan Desa Cit, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program bakti sosial yang diprakarsai Ir. Rudianto Tjen, dengan total bantuan mencapai 35 ton beras yang disalurkan secara bertahap ke berbagai kecamatan.

Program tersebut ditujukan untuk membantu sekitar 1.000 keluarga penerima manfaat agar dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat.

Penyaluran bantuan di Kecamatan Riau Silip dihadiri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka Erigustian, S.H., Bendahara DPC Acit Karvina, Anastasius, Aboul Ala Almaududi, S.H., Fathurrahman, Alek, serta jajaran pengurus DPC dan PAC.

Erigustian: Kepedulian Harus Dirasakan Langsung Masyarakat

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka, Erigustian, mengatakan bantuan beras tersebut merupakan wujud kepedulian Rudi Center dan PDI Perjuangan terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, bantuan pangan diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga semangat gotong royong di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Harapan kami, bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat, terutama keluarga yang kondisi ekonominya sedang sulit. Kepedulian harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya sebatas ucapan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendataan penerima bantuan dilakukan melalui pengurus partai di tingkat ranting, kelurahan, dan desa agar penyaluran dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut selanjutnya akan diteruskan ke kecamatan lain di Kabupaten Bangka.

Erigustian juga menyampaikan salam dari Rudianto Tjen yang belum dapat hadir karena memiliki agenda lain. Ia mengajak masyarakat untuk menjaga suasana tetap kondusif, tidak mudah terprovokasi, serta terus memperkuat kebersamaan dan budaya gotong royong.

Ajak Warga Jaga Lingkungan dan Cegah Karhutla

Selain menyampaikan pesan kepedulian sosial, Erigustian mengingatkan masyarakat agar turut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di wilayah masing-masing, terutama untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Pencegahan harus dimulai dari tindakan sederhana di sekitar tempat tinggal dan lahan yang dikelola warga.

“Kami mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing. Jangan melakukan pembakaran sampah, membuka lahan dengan cara membakar, atau melakukan aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan,” tegas Erigustian.

Ia berharap masyarakat segera melaporkan kepada aparat setempat apabila melihat titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Langkah cepat dan kepedulian bersama dinilai penting untuk mencegah api meluas, melindungi permukiman, serta menjaga lingkungan tetap aman.

“Lingkungan yang terjaga adalah tanggung jawab kita bersama. Mari saling mengingatkan dan bergotong royong agar wilayah Kabupaten Bangka tetap aman, sehat, dan terhindar dari karhutla,” tambahnya.

Rudi Center Dorong Aksi Sosial Berkelanjutan

Direktur Yayasan Rudi Center, Imam Wahyudi, menegaskan bahwa keberpihakan kepada masyarakat harus dibuktikan melalui kehadiran dan tindakan yang benar-benar dirasakan warga.

“Bagaimana kita bisa disebut dekat dengan rakyat kalau tidak hadir dan peduli? Inilah kesempatan untuk mendengar kebutuhan masyarakat sekaligus membantu sesuai kemampuan yang kita miliki,” kata Imam.

Ia berharap kegiatan bakti sosial tersebut tidak berhenti pada penyaluran bantuan semata, tetapi turut menumbuhkan budaya saling membantu dan memperkuat solidaritas sosial. Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih peka terhadap persoalan di lingkungan sekitarnya.

Selain program bantuan pangan, Rudi Center bersama PDI Perjuangan juga menjalankan program sosial lainnya, termasuk operasi katarak gratis yang direncanakan mencapai puncak pelaksanaan pada pekan keempat Oktober 2026.

Berharap Bantuan Menjangkau Seluruh Kecamatan

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka, Acit Karvina, berharap penyaluran bantuan beras dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat secara lebih luas.

“Semoga bantuan ini tidak hanya dirasakan masyarakat Sungailiat dan Merawang, tetapi juga warga di kecamatan lainnya. Harapan kami, semakin banyak keluarga yang terbantu melalui program ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kehadiran organisasi di tengah masyarakat perlu diwujudkan melalui kepedulian yang nyata, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan warga.

Bantuan Sederhana, Arti Besar bagi Keluarga

Bagi warga penerima, bantuan beras tersebut menjadi dukungan nyata untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga. Sejumlah penerima menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kebutuhan makan keluarga. Semoga Pak Rudianto Tjen, Rudi Center, dan seluruh pengurus selalu diberikan kesehatan dan kelancaran,” tutur salah seorang warga penerima bantuan.

Melalui penyaluran 35 ton beras secara bertahap, Rudi Center bersama DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat semangat kepedulian, gotong royong, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan.

Sebab, kesejahteraan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan terpenuhinya kebutuhan pangan, tetapi juga dengan terciptanya lingkungan yang aman, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang.

Redaksi: Anas N.70