​Korabatak,Tapung–Kekecewaan mendalam,aktivitas PT PHR  (Pertamina hulu Rokan) sebabkan Polusi debu dan lumpur yg tak kunjung ada habisnya.Ibarat menelan pil pahit yang tak kunjung habis, masyarakat yang bermukim di sekitar wilayah operasional PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali menyuarakan kekecewaan mendalam. Aktivitas kendaraan berat perusahaan, yang disinyalir melibatkan sub-kontraktor dari PT phr, diduga menjadi biang keladi rusaknya kenyamanan dan kesehatan warga akibat kondisi jalan yang memprihatinkan.

​Siklus Penderitaan: Lumpur di Kala Hujan, Debu di Kala Panas

​Kondisi ini bukanlah hal baru, melainkan masalah menahun yang terus berulang tanpa solusi konkret. Warga melaporkan bahwa setiap kali hujan turun, aspal jalan berubah menjadi kubangan lumpur licin yang membahayakan pengendara. Sebaliknya, saat cuaca panas menyengat, warga dipaksa “memanen” debu pekat dan pasir yang beterbangan tertiup angin maupun kendaraan operasional perusahaan.

​”Kami seperti tidak dianggap manusia. Kalau hujan kami bertarung dengan lumpur, kalau panas rumah kami penuh abu. Anak-anak kami setiap hari menghirup debu ini,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya dengan nada getir.

​Keluhan utama masyarakat saat ini berfokus pada dampak kesehatan jangka panjang. Debu jalanan tidak hanya menempel di pagar, tetapi telah merangsek masuk ke dalam ruang tamu hingga dapur warga.

  • ​ISPA mengancam: Warga khawatir akan meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada balita dan lansia.

  • ​Kerugian Materil: Kebersihan rumah yang tidak pernah terjaga dan rusaknya perabotan akibat paparan debu terus-menerus.

  • ​Keamanan Berkendara: Jalan berlumpur meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna sepeda motor.

​ Masyarakat menyayangkan sikap PT PHR dan sub-kontraktor yang dinilai lamban untuk mengatasi. Meski keluhan demi keluhan telah disampaikan secara formal maupun informal, hingga saat ini tidak ada tindakan serius yang dilakukan perusahaan untuk memastikan jalan disekitar permukiman warga bersih dari debu dan lumpur tanah.

​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak pihak manajemen PT PHR dan pemerintah daerah terkait untuk segera turun ke lapangan. Warga menuntut komitmen nyata, bukan sekadar janji manis di atas kertas, demi kelangsungan hidup dan kesehatan lingkungan warga terkhususnya pantai cermin,kota batak dusun 2 dan 3.

​Penulis: [Ramansyah putra siregar]

  1. Kategori: Lingkungan & Sosial
    Oplus_131072