Sulawesi Utara, MNCCTVNews.id –Berdasarkan papan nama kegiatan pembangunan jalan diduga asal-asal jadi yang di kerjakan pimpro dengan menggunakan CV. GAV JAYA ABADI dari Pemerintah Sulawesi Utara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah banyak keluhan dan sorotan. Diduga proyek ini merugikan negara pakai uang rakyat. Membangun jalan tidak berkualitas hingga terjadi kerusakan parah, Kamis 30 Juli 2026.

Tercantum di papan nama kegiatan, paket pekerjaan. Pemeliharaan berkala ruas jalan Tatelu, Klabat, Danowudu nomor : 04/SPK/PB. TKD/APBD/Vlll/2025. Besar anggaran negara Rp. 558.476.114 lima ratus lima puluh delapan juta empat ratus tujuh puluh enam ribu seratus empat belas rupiah.

Berdasarkan pantauan awak media kontraktor dengan CV. GAV JAYA ABADI yang di kerjakan di Ruas jalan Tatelu, Klabat, Danowudu hanya di Kelurahan Kumersot kompleks pekuburan bagian datar sedangkan di daerah titik rawan kecelakaan tidak tersentuh sama sekali oleh pekerjaan CV. GAV JAYA ABADI ada apa.

Kerusakan jalan yang baru selesai dikerjakan sekarang kondisi jalan memprihatinkan yang berada di kelurahan Kumersot Kecamatan Ranowulu kota Bitung masyarakat pengguna kendaraan pemotor motor dan mobil. Banyak menjerit.

Semestinya yang dikerjakan kontraktor CV. GAV JAYA ABADI jalan yang banyak makan korban kecaka bahkan dikabarkan ada yang meninggal dunia setelah cekala tetapi kontraktor CV. GAV JAYA ABADI hanya pilih – pilih jalan dataran rata yang dikerjakan dan kalau jalan bisa bertahan tidak masalah namun terbalik baru dua bulan sudah rusak parah.

Warga sekitar dan kendaraan motor dan mobil menyampaikan ke beberapa awak media yakni, kami melaporkan kondisi jalan di wilayah Kumersot yang baru saja dikerjakan oleh CV. GAV JAYA ABADI sebagai Kontraktor, namun dalam waktu yang sangat singkat pasca penyelesaian pekerjaan sudah mengalami kerusakan yang cukup parah,” terang warga yang belum disebutkan namanya.

Warga Apela dan kumersot menyampaikan Permukaan aspal tidak rata, banyak bagian yang mengelupas, amblas, dan tergerus,”

Terlihat jelas dugaan campuran material dan pemadatan tidak sesuai standar teknis yang berlaku,”

Secara kasat mata pekerjaan terkesan hanya “asal jadi”, tidak memiliki ketahanan yang layak untuk digunakan,”

Kami khawatir kondisi ini akan membahayakan keselamatan pengguna jalan, merugikan masyarakat, serta merupakan pemborosan anggaran pembangunan yang seharusnya menghasilkan infrastruktur yang awet dan berkualitas,” beber Warga ke awak media MNCCTVNews.id.

Bersama ini masyarakat menyampaikan, kami mengantongi foto papan nama dan foto kondisi jalan sebagai bukti nyata. Oleh karena itu, kami memohon kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah Sulawesi Utara untuk menindak lanjuti:

Melakukan pengecekan dan pemeriksaan teknis langsung ke lokasi secepatnya,”

Meninjau ulang kepatuhan kontraktor terhadap spesifikasi pekerjaan yang disepakati,” antara kontraktor <span;>CV. GAV JAYA ABADI dan Dinas PU dimaksud,”

Melakukan pengawasan yang lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang,”

Dengan harapan mendapat perhatian dan tindakan yang adil serta tegas dari pihak Dinas PekerjaanUmumdanPenataanRuang daerah Sulawesi Utara,” beber masyarakat.

Diduga penyebab utamanya, tidak teliti dan tidak sesuai standar sehingga Kualitas material buruk, campuran aspal tidak sesuai takaran, menggunakan bahan yang tidak memenuhi spesifikasi, atau aspal yang sudah tidak layak pakai.

Proses pengerjaan terburu-buru: Tanah dasar jalan tidak dipadatkan dengan benar sebelum diaspal, sehingga jalan tidak memiliki pondasi yang kuat.

Tidak mengikuti spesifikasi teknis: Ketebalan lapisan aspal kurang dari ketentuan, atau pemadatan menggunakan alat yang tidak memadai.

Pengawasan yang lemah: Tidak ada pemeriksaan ketat dari pihak yang berwenang selama proses pengerjaan, sehingga pelanggaran spesifikasi bisa terjadi,” keluh Warga dengan nada kesal.

Sampai berita ini di turunkan awak media akan melakukan lagi konfirmasi dengan Dinas terkait.
(Ferry Mamangkey)