MNCCTv News

PANGKALPINANG – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat kembali diwujudkan Yayasan Rudi Center bersama PDI Perjuangan melalui bakti sosial operasi katarak gratis bagi masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebanyak 500 pasien dipersiapkan menjalani operasi katarak di RSUD Depati Hamzah, Pangkalpinang, Senin (26/10/2026).

Program yang diprakarsai Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ir. Rudianto Tjen, ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan penanganan katarak tetapi memiliki keterbatasan untuk menjangkau layanan operasi.

Dari lebih 1.000 masyarakat yang mendaftarkan diri, sekitar 500 pasien dinyatakan siap menjalani operasi setelah melalui tahapan skrining dan pemeriksaan kesehatan. Para peserta berasal dari Kabupaten Bangka, Bangka Selatan, Bangka Tengah, Bangka Barat, serta Kota Pangkalpinang.

Proses penjaringan peserta dilakukan secara bertahap melalui koordinasi dengan jajaran PDI Perjuangan di tingkat kabupaten, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan medis di RSUD Depati Hamzah guna memastikan kesiapan pasien menjalani tindakan operasi.

Bagi para pasien, kegiatan ini bukan sekadar pelayanan kesehatan gratis. Lebih dari itu, operasi katarak diharapkan menjadi jalan untuk memulihkan penglihatan, mengembalikan kemandirian, serta membuka kembali kesempatan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Katarak yang tidak tertangani dapat menghambat produktivitas dan mengurangi kualitas hidup seseorang. Karena itu, akses terhadap penanganan yang aman dan tepat menjadi kebutuhan penting, terutama bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan biaya maupun akses pelayanan kesehatan.

Rudi Center Perkuat Semangat Gotong Royong

Bakti sosial tersebut terselenggara melalui kolaborasi Yayasan Rudi Center dan PDI Perjuangan bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Provinsi Jawa Barat, Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, RSUD Depati Hamzah, Pemerintah Kota Pangkalpinang, serta berbagai unsur kepanitiaan dan relawan.

Tim medis dari PERDAMI Jawa Barat dan Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung turut memberikan dukungan dalam pelaksanaan operasi. Sementara itu, RSUD Depati Hamzah menyiapkan fasilitas, sarana pendukung, serta tenaga kesehatan untuk menunjang pelayanan pasien sejak pemeriksaan hingga pemulihan.

Direktur RSUD Depati Hamzah dr. Muhammad Thamrin menyampaikan apresiasi kepada PDI Perjuangan dan Yayasan Rudi Center yang kembali mempercayakan rumah sakit tersebut sebagai lokasi pelaksanaan program kemanusiaan itu.

Menurutnya, kerja sama lintas lembaga seperti ini penting untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat memperoleh penanganan medis yang aman, profesional, dan sesuai prosedur.

Pihak rumah sakit juga berharap program tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat dari pelayanan kesehatan mata.

Ketua pelaksana kegiatan,

Abang Hertza, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan inisiatif Rudianto Tjen selaku pendiri Yayasan Rudi Center bersama PDI Perjuangan dan jajaran partai di Bangka Belitung.

Ia menjelaskan, persiapan kegiatan telah berlangsung sekitar lima bulan, mulai dari pendaftaran, sosialisasi kepada masyarakat, hingga proses skrining pasien.
Dukungan pengurus DPD dan DPC PDI Perjuangan, para kader, relawan, tenaga medis, pemerintah daerah, serta media menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, apabila target 500 pasien terealisasi, pelaksanaan tahun 2026 ini akan menjadi kegiatan operasi katarak gratis dengan jumlah pasien terbanyak sepanjang sembilan kali pelaksanaan program serupa oleh PDI Perjuangan.

Capaian tersebut sekaligus menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan mata yang mudah dijangkau dan tidak membebani kemampuan ekonomi keluarga.

Didit Srigusjaya: Gotong Royong Harus Dirasakan Manfaatnya oleh Rakyat
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, S.H., M.H., menilai kegiatan operasi katarak gratis ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut Didit, kehadiran partai di tengah masyarakat tidak cukup hanya melalui kegiatan politik, tetapi juga harus diwujudkan dalam kerja-kerja sosial yang memberikan manfaat langsung dan dapat dirasakan masyarakat.

“Bagi kami, semangat gotong royong harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, kita harus berupaya hadir dan membantu sesuai kemampuan serta tanggung jawab kita,” demikian pernyataan yang dapat digunakan untuk menggambarkan pesan kegiatan tersebut.

Didit juga mengapresiasi inisiatif Rudianto Tjen melalui Yayasan Rudi Center yang secara konsisten mendorong program sosial di bidang kesehatan, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan operasi katarak gratis tersebut.

Ia berharap kerja sama dengan tenaga medis, rumah sakit, pemerintah daerah, pengurus partai, dan relawan dapat terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat Bangka Belitung memperoleh akses pelayanan kesehatan yang layak.

Rudi Center Hadir Membawa Harapan

Bagi Yayasan Rudi Center, kegiatan operasi katarak gratis ini menjadi salah satu bentuk pengabdian sosial yang menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai perhatian utama.

Melalui program tersebut, bantuan tidak hanya diarahkan pada pelaksanaan tindakan medis, tetapi juga pada upaya memulihkan kualitas hidup pasien dan meringankan beban keluarga.
Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak yang menyatukan tenaga, fasilitas, dan kepedulian untuk tujuan kemanusiaan.

Di balik setiap pasien yang menjalani operasi, terdapat harapan untuk kembali melihat wajah keluarga dengan jelas, beraktivitas secara mandiri, dan menjalani kehidupan dengan lebih percaya diri.

Semangat inilah yang membuat bakti sosial tersebut memiliki arti lebih luas daripada sekadar kegiatan seremonial.

Pelayanan kesehatan yang dapat dijangkau masyarakat menjadi bukti bahwa gotong royong akan semakin bermakna ketika manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.
Melalui keberlanjutan program seperti ini, Yayasan Rudi Center dan PDI Perjuangan diharapkan terus mengambil bagian dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Bangka Belitung, sejalan dengan kebutuhan dan kemampuan pelayanan medis yang tersedia.
Red. Anas N70