MNCCTVNEWS.COM.—Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Dewantara Kabupaten Aceh Utara mengklarifikasi isu pungutan dana sertifikasi guru. Pihak sekolah menyebut sumbangan guru penerima dana sertifikasi untuk pembelian baju batik siswa bentuk inisiatif untuk memajukan sekolah teraebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sekolah ini saat ini dipimpin oleh Nurlaili, S.Pd., M.S.M, Kepala Sekolah Berprestasi Kabupaten Aceh Utara tahun 2024. Di bawah kepemimpinannya, sekolah dinilai mengalami berbagai perubahan positif, baik bagi guru, tenaga kependidikan (tendik), maupun peserta didik.

Nurlaili menyampaikan penggunaan kata pungutan liar sangat bertentangan dengan realita sebenarnya. Dia menyebut guru berinisiatif untuk mengumpulkan sumbangan ikhlas atau sedekah.

Para guru menilai pemberitaan terkait dugaan pemotongan sertifikasi menjadi pukulan berat bagi kepala sekolah dan keluarganya. “Semoga beliau selalu diberi kesabaran oleh Allah. Kami juga merasa terpukul. Semoga yang menyebarkan fitnah tersebut mendapat ganjaran setimpal,” ujar mereka.

“Pemberian baju batik gratis untuk murid baru ini sebagai upaya sekolah untuk meningkatkan minat wali murid untuk mendaftarkan anaknya di sekolah kita. Selama empat tahun kami menjabat sudah ada peningkatan jumlah murid dari sebelumnya 120 menjadi 180 siswa” ungkapnya.

Pemberian baju batik gratis ini tak terlepas dari letak SMAN 2 Dewantara diapit dua sekolah favorit di wilayah itu yakni SMKN 1 dan SMAN 1 Dewantara. Selain itu peningkatan jumlah siswa baru juga berdampak pada tuntutan jam mengajar bagi guru sertifikasi sehingga program baju gratis ini berdampak pada guru sertifikasi.

Selama empat tahun terakhir, Nurlaili juga menorehkan beberapa peestasi yakni sejumlah guru berhasil naik pangkat/golongan,, setelah melalui pendampingan intens dari kepala sekolah. Selanjutnya lima guru lulus sebagai guru penggerak, serta beberapa lainnya didukung untuk mengikuti seleksi calon kepala sekolah.

Lebih lanjut, para guru menegaskan bahwa sumbangan tersebut murni bentuk kesadaran dan wujud syukur guru penerima sertifikasi. Karena dana berasal dari banyak guru, dibuatlah catatan realisasi penggunaannya secara rinci.

“ Dan dinas tidak pernah meminta dalam bentuk apapun dari sekolah kami,” pungkas mereka.

\ Get the latest news /