MNCCTv News.
Scroll Untuk Lanjut MembacaPANGKALPINANG – Semangat perjuangan Bung Karno kembali digaungkan oleh PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Seminar Mahasiswa se-Bangka Belitung dan Pelantikan Sayap serta Badan Partai periode 2026-2030 yang digelar di Pangkalpinang kantor DPD PDIP BABEL, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno itu dihadiri sekitar 600 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, kader partai, hingga tokoh pemerintahan daerah.
Acara dibuka langsung oleh Anggota DPR RI sekaligus tokoh senior PDI Perjuangan, Ir. Rudianto Tjen. Hadir pula Anggota DPR RI Adian Napitupulu, Ketua DPD PDI Perjuangan Bangka Belitung Didit Srigusjaya, Sekretaris DPD Imam Wahyudi, Wali Kota Pangkalpinang Prof. Safaruddin, Wakil Wali Kota Pangkalpinang Cece Desy, mantan Bupati Bangka Mulkan, Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid, Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka Erigustian, serta para pengurus partai dan mahasiswa dari seluruh kabupaten/kota di Bangka Belitung.
Dalam sambutannya, Rudianto Tjen menegaskan bahwa peringatan Bulan Bung Karno bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh Proklamator Republik Indonesia.
“Setiap tahun sepanjang bulan Juni, PDI Perjuangan memperingati Bulan Bung Karno. Tujuannya agar masyarakat, terutama generasi muda dan kader partai, memahami perjuangan para pendiri bangsa dalam memerdekakan Indonesia dan membangun kehidupan rakyat yang lebih sejahtera,” ujar Rudianto.
Menurutnya, cita-cita besar Bung Karno tidak hanya berhenti pada kemerdekaan politik, tetapi juga bagaimana bangsa Indonesia mampu menghapus kemiskinan, memberantas kebodohan, serta membangun kehidupan yang berlandaskan semangat gotong royong.
Kemiskinan Masih Menjadi Musuh Bersama
Menjawab pertanyaan mengenai kondisi bangsa saat ini, Rudianto Tjen menilai tantangan terbesar yang masih dihadapi Indonesia adalah persoalan kemiskinan dan ketimpangan sosial yang masih dirasakan sebagian masyarakat.
.Ia menegaskan bahwa kader PDI Perjuangan tidak boleh menjadi penonton terhadap persoalan rakyat. Sebaliknya, kader harus hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan mereka, serta mengawal berbagai program pemerintah agar benar-benar menyentuh kelompok yang membutuhkan..”Kami selalu mengingatkan bahwa lawan kita saat ini adalah kemiskinan. Kader harus turun langsung mendata masyarakat yang belum mendapatkan BPJS, belum terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH), maupun bantuan sosial lainnya.
Data itu harus diperjuangkan agar hak-hak masyarakat bisa terpenuhi,” tegasnya.
Rudianto juga menyoroti kelompok masyarakat rentan seperti janda, lansia, dan keluarga kurang mampu yang menurutnya masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat.“Kalau kita melihat kondisi sekarang, memang banyak tantangan yang dihadapi masyarakat dan situasinya tidak bisa dikatakan baik-baik saja. Karena itu kader partai harus hadir membantu menyelesaikan persoalan rakyat,” katanya.
Mahasiswa Diajak Berpikir Kritis dan Menjadi Bagian Solusi
Dalam seminar yang menghadirkan Adian Napitupulu sebagai narasumber utama, mahasiswa diajak untuk memahami berbagai persoalan bangsa berdasarkan data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Rudianto menegaskan bahwa mahasiswa harus menjadi kelompok intelektual yang kritis, bukan sekadar penerima informasi.“Kami mengajak mahasiswa untuk memeriksa sendiri data-data yang disampaikan. Jangan menerima informasi begitu saja. Cari, pelajari, dan verifikasi sendiri sehingga dapat melihat kondisi bangsa secara objektif,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seminar tersebut bukan untuk memprovokasi ataupun membangun pesimisme terhadap kondisi bangsa, melainkan membuka ruang dialog dan mencari solusi bersama atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kita tidak ingin hanya saling menyalahkan. Yang dibutuhkan bangsa ini adalah gagasan, kritik yang konstruktif, dan solusi. Karena itu kami ingin mendengar pandangan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa,” katanya.
Ia berharap berbagai masukan dan rekomendasi yang disampaikan mahasiswa dapat menjadi bahan perjuangan politik yang nantinya dibawa ke tingkat nasional.
“Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat. Mahasiswa harus ikut berkontribusi memberikan solusi bagi persoalan bangsa. Aspirasi mereka akan menjadi bahan diskusi dan perjuangan kami di tingkat pusat,” ujar Rudianto.
Menjaga Api Perjuangan Bung Karno
Seminar mahasiswa dan pelantikan sayap serta badan partai tersebut menjadi salah satu bentuk konsolidasi ideologis PDI Perjuangan di Bangka Belitung. Melalui kegiatan itu, partai berlambang banteng moncong putih tersebut berupaya menjaga semangat perjuangan Bung Karno agar tetap relevan di tengah tantangan zaman.Di hadapan ratusan peserta yang memadati lokasi acara, pesan yang paling kuat disampaikan adalah bahwa perjuangan hari ini bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajah, melainkan melawan kemiskinan, kebodohan, ketimpangan sosial, dan berbagai persoalan yang masih membelenggu kehidupan rakyat.
Semangat itulah yang diharapkan terus hidup di kalangan kader partai maupun generasi muda, agar cita-cita Indonesia yang adil, makmur, dan berkeadilan sosial sebagaimana diimpikan Bung Karno dapat terus diperjuangkan.
Red.Anas.N70.
Bulan Bung Karno di Babel, Rudianto Tjen Ajak Mahasiswa Lawan Kemiskinan dan Kebodohan dengan Data dan Aksi Nyata
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini







