MNCCTV NEWS
Scroll Untuk Lanjut Membaca
BANGKA — Keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Pesan itu tercermin dari sosok Rolas Kyendra Oktavianus Napitupulu, anggota Paskibraka Kabupaten Bangka 2026 yang dipercaya masuk Pasukan Delapan (8) sebagai pengibar Bendera Merah Putih pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rolas merupakan putra dari Anastasius, seorang jurnalis, dan ibunya Marlela. Di tengah kehidupan keluarga yang penuh perjuangan, Rolas justru menemukan kekuatan untuk terus berprestasi dan membuktikan bahwa kondisi ekonomi bukan penghalang untuk menggapai cita-cita.
Bagi Rolas, menjadi bagian dari Pasukan Delapan bukan sekadar kebanggaan pribadi. Amanah tersebut menjadi bentuk perjuangannya untuk mengangkat nama kedua orang tuanya yang selama ini bekerja keras demi masa depan keluarga.
“Di tengah kesulitan dan tekanan hidup, saya tidak ingin menjadikan keadaan sebagai penghalang. Justru itu menjadi kekuatan bagi saya untuk berjuang mengangkat derajat keluarga, terutama membanggakan ayah dan ibu,” kata Rolas.
Ia mengaku selama menjalani pendidikan dan pelatihan Paskibraka, perjuangan kedua orang tuanya selalu menjadi sumber motivasi. Keringat, air mata dan kerja keras yang telah dilalui keluarganya menjadi pengingat agar dirinya tidak mudah menyerah.
“Saat menjalani pelatihan Paskibraka, saya selalu ingat perjuangan ayah dan ibu dalam memperjuangkan kehidupan saya agar lebih layak. Ketika mengingat perjuangan mereka, semangat dan kekuatan baru selalu muncul. Itu yang membuat saya semakin kuat,” ujarnya.
Menurut Rolas, profesi sang ayah sebagai wartawan bukanlah sesuatu yang harus dipandang sebagai keterbatasan. Sebaliknya, perjuangan orang tuanya menjadi teladan bahwa kerja keras dan ketekunan mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Ia pun ingin pengalaman hidupnya menjadi motivasi bagi pelajar lainnya, khususnya mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
“Saya ingin memberikan contoh kepada siswa dan siswi bahwa kekurangan ekonomi bukan penghalang untuk meraih prestasi. Dengan iman kepada Tuhan, doa, kemauan dan kerja keras, kita bisa mencapai prestasi yang kita harapkan,” tuturnya.
Rolas juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses pembentukan Paskibraka Kabupaten Bangka 2026.
Ucapan terima kasih disampaikannya kepada para pelatih, Ketua Panitia Romlan, Ketua Pelaksana Riduan, serta Dokter Heri yang memberikan pendampingan dan perhatian terhadap kesehatan para anggota Paskibraka selama menjalani proses pelatihan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para pelatih, Ketua Panitia Bapak Romlan, Ketua Pelaksana Bapak Riduan, dan Dokter Heri sebagai dokter kesehatan kami yang telah memberikan bimbingan dan pendampingan terbaik,” katanya.
Bagi Rolas, perjalanan menjadi Paskibraka merupakan pengalaman berharga yang tidak hanya mengajarkan kedisiplinan dan tanggung jawab, tetapi juga memperkuat keyakinannya bahwa perjuangan tidak pernah sia-sia.
“Doa orang tua adalah penguat dan salah satu jalan kesuksesan bagi saya. Apa yang saya capai hari ini tidak terlepas dari doa dan perjuangan mereka,” ucap Rolas.
Sementara itu, sang ayah, Anastasius, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian putranya. Ia menilai keberhasilan Rolas menjadi Paskibraka adalah buah dari kerja keras, doa, dan keteguhan hati keluarga.
“Sebagai orang tua, kami sangat bersyukur Rolas telah menyelesaikan tugas negara sebagai pembentang dan pengibar Sang Saka Merah Putih. Ini kebanggaan yang tidak ternilai bagi keluarga kami,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pelatih TNI-Polri, purna Paskibraka, serta seluruh pihak yang telah membimbing Anak saya selama proses pelatihan, terutama Bapak Romlan dan Bapak Riduan.
Dari keluarga sederhana, Rolas membawa satu pesan penting: prestasi tidak selalu lahir dari kemudahan. Terkadang, justru dari keterbatasan seseorang belajar menjadi kuat, disiplin, dan pantang menyerah.
Kini, langkah Rolas bersama Pasukan Delapan menjadi simbol kecil dari perjuangan seorang anak yang ingin membalas keringat dan doa kedua orang tuanya dengan sebuah kebanggaan—mengibarkan Sang Merah Putih dan mengharumkan nama keluarga.
Dari Keterbatasan Ekonomi, Anak Wartawan di Bangka Ini Buktikan Mampu Harumkan Nama Keluarga Lewat Paskibraka
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini






Bagi Rolas, menjadi bagian dari Pasukan Delapan bukan sekadar kebanggaan pribadi. Amanah tersebut menjadi bentuk perjuangannya untuk mengangkat nama kedua orang tuanya yang selama ini bekerja keras demi masa depan keluarga.
