MNCCtv News.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bangka, Bupati Bangka Paparkan Arah Kerja 2026: Perbaikan Infrastruktur, Penataan Sampah, hingga Disiplin Keuangan Daerah
Narasi Berita:
Bangka – Bupati Bangka H. Fery Insani memaparkan secara terbuka wacana dan arah kerja Pemerintah Kabupaten Bangka tahun 2026 dalam pertemuan bersama awak media di ruang kerja Bupati Bangka, Sungailiat, Selasa (30/12/2025) pagi.

Paparan tersebut menegaskan fokus pemerintah daerah pada percepatan perbaikan infrastruktur, penataan pelayanan publik, serta penguatan kondisi keuangan daerah.

Salah satu perhatian utama yang disampaikan Bupati adalah perbaikan sejumlah jembatan dan akses jalan yang terputus akibat kondisi darurat.

Di antaranya ruas jalan TMMD Bukit Layang menuju Pugul yang melewati wilayah Sempana. Jalan tersebut sebelumnya terputus akibat aktivitas tambang inkonvensional (TI) di masa lalu, dan kini akan kembali disambung untuk membuka akses yang lebih dekat dari Bukit Layang ke Pugul, tanpa harus memutar melalui wilayah Penyamun dan sekitarnya.

Selain infrastruktur jalan, persoalan pengelolaan sampah menjadi target prioritas jangka pendek.

Bupati menyebut telah memetakan secara jelas tanggung jawab masing-masing pihak, dengan target perubahan signifikan dalam waktu tiga bulan. Mulai Februari 2026,

Pemkab Bangka akan bekerja lebih keras karena sumber daya manusia telah disiapkan di lapangan. Salah satu langkah konkret adalah penempatan kontainer sampah, meski diakui masih menemui penolakan di sejumlah lokasi.

Untuk itu, pemerintah akan melakukan pendekatan langsung, termasuk melalui komunikasi intensif dengan pemilik lahan.

Dalam bidang keuangan daerah, Bupati menegaskan komitmennya menjaga kondisi APBD tetap sehat dan tidak defisit. Menurutnya, stabilitas keuangan daerah menjadi kunci agar pemerintah mampu memberikan stimulus bagi UMKM, bantuan sosial, serta peningkatan layanan publik. Komitmen ini, kata Bupati, merupakan bagian dari janji yang ia sampaikan sejak masa kampanye.

Penataan aset daerah dan aktivitas sewa juga menjadi perhatian serius. Bupati menegaskan larangan keras praktik sewa-menyewa berantai. Penyewa aset daerah tidak diperbolehkan mengalihkan sewa kepada pihak lain. Seluruh praktik tersebut akan ditertibkan tanpa pandang bulu dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

Di sektor perparkiran, Pemkab Bangka akan menaikkan retribusi parkir seiring dengan perbaikan fasilitas, khususnya di kawasan pasar. Bupati menegaskan bahwa kenaikan retribusi dilakukan secara adil karena pemerintah juga melakukan pengaspalan dan perbaikan jalan.

Penataan parkir akan difokuskan pada lokasi resmi, sementara jalan protokol dan jalan nasional seperti di depan Crisko tidak lagi diperbolehkan menjadi area parkir.

Dalam upaya meningkatkan kedisiplinan aparatur, Bupati juga telah mengajukan usulan ke Kementerian PANRB terkait penerapan lima hari kerja bagi camat dan lurah, dengan ketentuan tetap siaga (on call) pada hari Sabtu untuk kondisi darurat seperti bencana dan musibah.

Di bidang olahraga masyarakat, Bupati menyampaikan rencana pembangunan fasilitas olahraga (OROM) yang akan dibiayai melalui tiga skema, yakni dana pusat, CSR perusahaan, dan APBD sebagai opsi terakhir.

Pemerintah, kata Bupati, berupaya meminimalkan penggunaan APBD mengingat kondisi keuangan daerah yang masih perlu dijaga.
Selain itu,

Pemkab Bangka juga mengkaji pemberian THR bagi perangkat desa dan kader desa sebagai bentuk motivasi peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Langkah ini masih dibahas secara mendalam untuk menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Pada sektor pendidikan, revitalisasi sekolah menjadi perhatian, terutama bagi sekolah-sekolah yang terdampak kondisi geografis dan cuaca. Sejumlah usulan revitalisasi telah diajukan, termasuk pemasangan fasilitas pendukung pembelajaran.

Menutup pemaparannya, Bupati menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menata kondisi internal daerah, mulai dari APBD, perangkat daerah, hingga tata kelola kota.

Setelah fondasi internal dinilai kuat, barulah pemerintah akan lebih agresif mendorong masuknya investasi, baik di sektor mineral, industri pengolahan, maupun hasil kelautan.

“Kalau rumah tangga kita belum kuat, bagaimana kita bisa mengurus yang lain. Menata ke dalam adalah kunci sebelum melangkah keluar,” pungkas Bupati.

Anas,70n.

\ Get the latest news /