MNCCTV NEWS

Scroll Untuk Lanjut Membaca

BANGKA — Senyum sederhana para siswa SDN 21 Pejem, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, menjadi pemandangan yang menghangatkan suasana saat rombongan DPC dan PAC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka berkunjung ke sekolah tersebut, Rabu (30/9/2026).

Kunjungan itu tidak hanya diisi dengan pembagian buku tulis kepada para siswa, tetapi juga menjadi kesempatan bagi rombongan untuk melihat langsung kondisi pendidikan yang tengah dihadapi anak-anak dan para guru.

Gedung sekolah yang sedang menjalani perbaikan total membuat proses belajar mengajar untuk sementara harus dilakukan di rumah warga dan balai yang berada di sekitar lingkungan sekolah.

Meski dengan keterbatasan tempat, aktivitas belajar tetap berjalan. Anak-anak tetap datang, duduk bersama, dan mengikuti pelajaran dengan semangat. Kondisi tersebut menjadi gambaran sederhana tentang perjuangan siswa dan guru untuk tetap menjaga proses pendidikan.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka, Erigustian, S.H., bersama Kabul, Arnia, Faturrahman, Supendi serta Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Belinyu, Rudi Budiyono, turut menyapa para siswa dan menyerahkan bantuan buku tulis.

Buku yang diberikan tidak hanya menjadi perlengkapan belajar, tetapi juga memuat materi edukatif, gambar Garuda Pancasila, materi matematika serta lagu-lagu nasional seperti Bagimu Negeri dan Tanah Airku.

“Yang kami berikan mungkin sederhana, tetapi mudah-mudahan dapat menambah semangat anak-anak untuk belajar, tetap percaya diri dan terus mengejar cita-cita,” ujar Erigustian.

Kepala SDN 21 Pejem, Khairussaleh, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas perhatian PDIP kabupaten Bangka yang diberikan kepada para siswa dan sekolah.

“Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak kami. Ada siswa yang memang membutuhkan perlengkapan sekolah, sehingga bantuan seperti ini benar-benar dirasakan manfaatnya,” ungkap Khairussaleh.

Ia juga menyampaikan kondisi sejumlah sarana pendidikan yang membutuhkan perhatian. Menurutnya, dukungan terhadap fasilitas belajar sangat dibutuhkan agar kegiatan pendidikan dapat berlangsung lebih nyaman.

“Kami berharap ada perhatian dan dukungan untuk sarana pendidikan. Beberapa peralatan sudah banyak yang rusak. Tentunya fasilitas yang baik akan membantu proses belajar mengajar anak-anak,” katanya.

Di tengah keterbatasan tersebut, semangat siswa SDN 21 Pejem menjadi pesan tersendiri. Mereka tetap belajar dan menyimpan harapan, meski untuk sementara harus menempuh proses pendidikan dari ruang-ruang sederhana di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang gedung dan fasilitas, tetapi juga tentang menjaga semangat anak-anak agar tetap tumbuh dan memiliki kesempatan untuk meraih cita-cita.
Red. Anasn70

\ Get the latest news /