Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

PALI, MNCCTVnews,id– Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan, kembali disorot. Kali ini pembangunan gedung TK Negeri Pembina Penukal diduga kuat tidak sesuai standar konstruksi dan anggaran yang telah ditetapkan.

 

Berdasarkan pantauan di lapangan dan pengakuan warga, struktur utama bangunan tersebut diduga tidak menggunakan pondasi “cakar ayam”. Lebih parah lagi, pemasangan besi behel pada tiang hanya dilakukan di bagian atas.

 

“Padahal fungsi tiang dan balok itu untuk menahan beban di atas. Kalau behelnya cuma di atas, bagaimana dengan kekokohan dinding dan seluruh struktur bangunan?” ujar salah satu warga,

 

Warga mengaku khawatir. Jika terjadinya bencana, bangunan tanpa struktur yang kuat sangat berisiko jika terjadi gempa. “Gempa belum tentu ada, tapi kalau strukturnya begini saja sudah mengkhawatirkan. Kekuatan bangunan itu ada di behel dan adukan semen yang sesuai standar,” lanjutnya.

 

Selain masalah teknis, warga juga menduga ada praktik “penggelembungan anggaran” dalam proyek ini.

“Ini tidak masuk akal. Kami rakyat kecil bangun rumah ukuran 9×15 meter, lengkap 2 kamar, WC, ruang tamu, termasuk upah tukang, paling habis Rp350 juta. ini sekolah, kok bisa?” tegas warga lainnya.

 

Masarakat mendesak,”

1. Dinas Pendidikan Kab. PALI dan Kontraktor pelaksana memberikan penjelasan terbuka terkait RAB dan spesifikasi teknis.

2. Inspektorat dan APH segera melakukan audit dan uji petik di lokasi.

3. Hentikan pencairan dana tahap berikutnya jika terbukti ada pelanggaran, meskipun bangunan ini belum selesai.

4. Sesuai visi misi Bapak presiden Prabowo Subianto, Jagan sampai merusak program nya oleh orang yang tidak bertanggung jawab,

 

Hingga berita ini diterbitkan, Pihak Pelaksana Belum Dapat dikonfirmasi, Upaya konfirmasi sudah dilakukan, Karna Tidak Dapat Dihubungi,

 

Peliput : (Awen)

Ruang hak jawab dibuka sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999, angka dan dugaan di atas berdasarkan keterangan masarakat yang meminta namanya dilindungi,”

\ Get the latest news /