Mncctvnews.Id|MANADO, SULAWESI UTARA — Garda Timur Indonesia (GTI) bersama Brigade Nusa Utara Indonesia (BNUI) menyelenggarakan kegiatan Dialog Kebangsaan yang bertempat di Coralica Dive Resort, Malalayang, Manado, pukul 16.00 WITA, sebagai upaya memperkuat persatuan, meningkatkan kesadaran hukum, serta membangun sinergitas dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Fikri Alkatiri selaku Ketua Umum Garda Timur Indonesia (GTI) dan Stenly Sendouw selaku Ketua Umum Brigade Nusa Utara Indonesia (BNUI), dengan melibatkan berbagai unsur, yakni Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Sulawesi Utara, Polda Sulawesi Utara melalui Direktorat Intelkam, praktisi hukum, Kantor Wilayah Kementerian Hukum, mahasiswa, serta organisasi kemasyarakatan (ormas).

Dialog Kebangsaan ini menjadi ruang komunikasi dan pertukaran gagasan untuk membahas berbagai persoalan kebangsaan, dinamika sosial, pemahaman hukum, serta pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah keberagaman.

Keterlibatan unsur pemerintah, aparat keamanan, praktisi hukum, mahasiswa, dan organisasi kemasyarakatan diharapkan dapat memperkuat pemahaman bahwa menjaga keutuhan bangsa merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah dan aparat penegak hukum, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Ketua Umum GTI, Fikri Alkatiri, menekankan pentingnya membangun semangat kebangsaan yang diwujudkan melalui tindakan nyata, sikap saling menghormati, serta kesadaran untuk menjaga persatuan di tengah perbedaan.

Menurutnya, perbedaan pandangan dalam kehidupan demokrasi merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut harus disikapi secara dewasa melalui dialog, penghormatan terhadap hukum, dan komitmen bersama untuk menjaga keutuhan bangsa.

Sementara itu, Ketua Umum BNUI, Stenly Sendouw, menegaskan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dan mahasiswa dalam membangun kesadaran kolektif, menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab, serta menjadi bagian dari upaya memperkuat persaudaraan dan persatuan nasional.

Melalui dialog ini, GTI dan BNUI mendorong terbentuknya sinergitas yang konstruktif antara masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, dan berbagai elemen bangsa. Komunikasi yang terbuka diharapkan mampu menjadi langkah preventif dalam menghadapi potensi gesekan sosial, kesalahpahaman, dan persoalan kebangsaan lainnya.

Dialog Kebangsaan juga menjadi pengingat bahwa sikap kritis terhadap persoalan bangsa harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga persatuan. Kebebasan berpendapat merupakan bagian dari demokrasi yang harus dijalankan dengan menghormati hak orang lain dan ketentuan hukum yang berlaku.

NKRI HARGA MATI!

Bagi GTI dan BNUI, kecintaan terhadap Indonesia bukan sekadar slogan, melainkan komitmen untuk menjaga persaudaraan, menghormati keberagaman, menjunjung tinggi hukum, dan berkontribusi bagi kepentingan masyarakat.

Persatuan bukan berarti tanpa perbedaan. Persatuan adalah kemampuan untuk tetap berdiri bersama demi Indonesia, meskipun memiliki pandangan yang berbeda.

Garda Timur Indonesia dan Brigade Nusa Utara Indonesia berharap Dialog Kebangsaan ini menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran nasional, memperkuat toleransi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan demi terjaganya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tak hanya itu Fikri Alkatiri juga berterima kasih kepada Bapak Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudho Hermanto dan Jajarannya Yang sudah Mensupport Terkait keamanan bahkan Fasilitas yang ada, Bahkan kami juga berterima kasih kepada Perusahaan CV. Mekanika, PT Tirta Investama Airmadidi, yang sudah mensupport acara hingga selesai dengan baik Kiranya Tuhan Yang Maha Esa Membalas Menurut Kemurahan-Nya,.

GTI dan BNUI: Bersatu dalam Perbedaan, Bersinergi Menjaga Indonesia.

—

Narahubung:
Fikri Alkatiri — Ketua Umum GTI
Stenly Sendouw — Ketua Umum BNUI

\ Get the latest news /