Atrian Trcuk BBM Makin Marak, Perintah Gubernur dan Kapolda Diabaikan
Bitung – Mobil-mobil pengantre Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar mulai kembali marak terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bitung dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini berbeda jauh dibanding beberapa pekan sebelumnya ketika antrean solar tampak lengang pasca instruksi tegas Gubernur Sulawesi Utara kepada Kapolda Sulut untuk memberantas oknum mafia solar.
Pantauan di beberapa titik SPBU menunjukkan antrean kendaraan jenis truk dan mobil angkutan barang mulai memadati area pengisian sejak pagi hingga malam hari.
Situasi paling mencolok terlihat di SPBU Kadoodan yang dalam sepekan terakhir menjadi pusat perhatian masyarakat.
Sumber kredibel menyebutkan bahwa antrean panjang mulai terjadi sejak hampir satu minggu terakhir. Fenomena ini mulai menimbulkan pertanyaan apakah telah terjadi kelangkaan BBM atau ada aktivitas yang memengaruhi distribusi solar di wilayah tersebut.
“Bermacam-macam mobil truk sudah mulai panjang antriannya sampai di depan Kantor Pelni. Tidak seperti biasanya,” ujar seorang warga yang rutin melintas di jalur tersebut. Jumat, (12/12/2025).
Antrean kendaraan itu tampak mengular hingga beberapa ratus meter dari area SPBU, membuat lalu lintas di sekitarnya ikut tersendat terutama pada jam-jam sibuk.
Sumber juga menyebutkan bahwa kelangkaan solar terjadi begitu saja tanpa ada faktor yang lebih serius. Mereka menilai, setelah operasi penindakan mafia solar dilakukan beberapa waktu lalu, aktivitas yang selama ini mengganggu distribusi seharusnya berhenti.
“Namun, fakta di lapangan memperlihatkan gejala sebaliknya. Kembalinya antrean panjang ini memunculkan dugaan bahwa permainan oknum tertentu bisa saja kembali terjadi, baik dalam bentuk penimbunan, pengalihan distribusi, maupun jual beli solar bersubsidi,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi antrean yang tiba-tiba mengular adalah indikator adanya gangguan yang tidak boleh diabaikan.
“Pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat keamanan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan ketersediaan solar bagi masyarakat serta mencegah terulangnya praktik mafia BBM di Kota Bitung,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut Kasat Reskrim Polres Bitung, AKP Ahmad Anugrah Ari Pratama, S.TrK, SH, MH ketika dikonfirmasi oleh media ini menyampaikan akan melakukan pengecekan di lapangan.
“Terima kasih informasinya pak, kami cek ke lapangan,” pungkas Perwira muda tersebut
(***)





