Dharmasraya,MNCCTVNews.com –  Ribuan mahasiswa Universitas Dharmas Indonesia (Undhari) menggelar aksi damai besar-besaran pada Selasa, 6 Mei 2025, di depan Kantor Bupati Dharmasraya, Sumatra Barat. Aksi ini dipicu oleh kematian tragis seorang mahasiswa Undhari berinisial PA (18), yang diduga kuat akibat kelalaian pelayanan medis di RSUD Sungai Dareh.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undhari, Reno Putri Chaniago, dalam orasinya menyampaikan desakan keras kepada Pemerintah Kabupaten Dharmasraya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap RSUD Sungai Dareh dan segera mencopot direktur rumah sakit.

 

“Ini bukan sekadar kelalaian medis. Ini adalah kegagalan sistemik dan bentuk nyata krisis kemanusiaan di sektor layanan kesehatan. Kami minta Direktur RSUD dicopot segera!” tegas Reno di tengah lautan massa aksi.

 

Reno menuturkan bahwa keluarga korban melaporkan tindakan tenaga medis RSUD yang dinilai tidak menunjukkan empati, minim komunikasi, dan lamban dalam merujuk korban kecelakaan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. Ia menyebut kondisi ini sebagai bentuk kegagalan manajemen rumah sakit yang tidak bisa ditoleransi.

 

“Kami mendapat laporan bahwa korban ditangani dengan dingin, tanpa kepekaan, dan tidak ada inisiatif cepat dalam penanganan darurat. Ini bukan hanya soal SOP, tapi soal nyawa manusia,” ujar Reno penuh emosi.

 

Dalam pernyataan sikapnya, BEM Undhari menuntut tiga hal utama:

  1. Evaluasi dan audit menyeluruh terhadap sistem pelayanan RSUD Sungai Dareh.
  2. Pencopotan Direktur RSUD Sungai Dareh jika terbukti tidak kompeten dan abai terhadap tanggung jawab profesional.
  3. Reformasi sistem rujukan dan layanan gawat darurat agar lebih cepat, manusiawi, dan transparan.

 

Reno juga memastikan bahwa BEM Undhari akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. “Kami tidak akan berhenti sebelum keadilan ditegakkan dan sistem diperbaiki. Ini perjuangan untuk almarhum, dan untuk semua rakyat Dharmasraya,” tandasnya.

 

Aksi damai ini berlangsung tertib dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian, dan mendapatkan simpati luas dari masyarakat setempat. Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan memicu desakan dari berbagai elemen masyarakat agar pemerintah segera mengambil langkah tegas terhadap manajemen RSUD Sungai Dareh.

( ET)

\ Get the latest news /