Jakarta, — SMA Kemala Taruna Bhayangkara (SMA KTB) membuka peluang menuju ekosistem pendidikan yang semakin internasional melalui wacana penerimaan siswa-siswi warga negara asing (WNA) pada SPMB tahun ajaran 2027/2028.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) Dirgayuza Setiawan, B.A., M.Sc., dalam audiensi dengan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., di Jakarta, Rabu (16/9).

Dengan kurikulum International Baccalaureate (IB), fasilitas pendidikan lengkap, serta pengembangan karakter, kepemimpinan, sains, teknologi, Artificial Intelligence (AI), coding, literasi digital, bahasa asing, dan wawasan global, kehadiran siswa internasional diharapkan dapat memberikan pengalaman pendidikan lintas budaya bagi siswa Indonesia. Rencana tersebut juga diwacanakan melalui jalur khusus bagi WNA, khususnya putra-putri diplomat kepolisian atau atase kepolisian yang sedang bertugas di Indonesia.

Langkah internasionalisasi SMA KTB akan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kesiapan kelembagaan, regulasi, administrasi, mekanisme seleksi, kuota, pembiayaan, dan operasional sekolah. Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan bahwa internasionalisasi tidak berarti meninggalkan jati diri. Karakter, nilai kebangsaan, Pancasila, dan semangat pengabdian kepada Indonesia tetap menjadi fondasi pendidikan. “Menerima siswa siswi WNA bukan berarti meninggalkan jati diri. Karakter, nilai kebangsaan, Pancasila, dan semangat pengabdian kepada Indonesia tetap harus menjadi fondasi pendidikan di SMA KTB,” tutur Kadiv Humas Polri.

Red//Redaktur MncctvNews Mahfudin

\ Get the latest news /