Sungaipenuh MNCCTVNews.com – Warga Desa Sumur Gedang, Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungaipenuh, mengeluhkan mandeknya pembangunan di enam Rukun Tetangga (RT) di wilayah mereka. Selama masa kepemimpinan Kepala Desa Eri, warga menilai tidak ada pembangunan yang berarti, baik di bidang infrastruktur maupun fasilitas umum.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sejumlah warga juga menyoroti pengelolaan dana desa (DD) yang setiap tahun nilainya mencapai miliaran rupiah. Mereka menilai dana desa yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat justru tidak jelas penggunaannya. Bahkan, sebagian warga menduga dana tersebut disalahgunakan oleh Kepala Desa.

“Kami melihat tidak ada pembangunan yang nyata. Jalan lingkungan rusak, drainase tersumbat, dan tidak ada perbaikan. Kami curiga dana desa tidak digunakan sebagaimana mestinya,” ujar seorang warga RT 05, Jumat (31/10).

Warga lainnya juga menyampaikan kekecewaan serupa. Menurut mereka, selama beberapa tahun terakhir, tidak ada transparansi terkait alokasi dan realisasi dana desa yang seharusnya diumumkan secara terbuka kepada masyarakat.

“Dana desa itu besar, tapi kami tidak tahu dipakai untuk apa. Kami menilai ada penyalahgunaan oleh kepala desa,” ungkap seorang warga RT 03.

Masyarakat berharap pihak Pemerintah Kota Sungaipenuh dan aparat penegak hukum turun tangan untuk melakukan audit dan evaluasi terhadap pengelolaan keuangan Desa Sumur Gedang.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Sumur Gedang, Eri, belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

\ Get the latest news /