MNCCTv News.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

SUNGAILIAT – PDI Perjuangan Kabupaten Bangka memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput melalui pelaksanaan Pendidikan Politik dan Musyawarah Ranting (Musran) yang digelar di Gedung Pertemuan Sepintu Sedulang, Sungailiat, Jumat (12/6/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi partai berlambang banteng moncong putih dalam menata struktur organisasi sekaligus melantik sebanyak 865 pengurus ranting dan pengurus anak ranting dari delapan kecamatan di Kabupaten Bangka.

Musran dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Didit Srigusjaya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka Erigustian, anggota DPR RI Rudianto Tjen, anggota DPRD provinsi dan kabupaten, pengurus partai, serta ratusan kader dari seluruh wilayah Kabupaten Bangka.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka, Erigustian, menegaskan bahwa Musran merupakan amanat organisasi yang bertujuan memperkuat struktur partai hingga tingkat desa dan kelurahan.

Menurutnya, Kabupaten Bangka memiliki 81 desa dan kelurahan yang harus memiliki kepengurusan ranting yang aktif dan solid sebagai ujung tombak perjuangan partai.

“Musyawarah Ranting ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum memperkuat persaudaraan antar kader dan membangun struktur partai yang kokoh hingga tingkat paling bawah,” ujar Erigustian dalam sambutannya.

Ia berharap seluruh pengurus yang mendapatkan amanah dapat bekerja dengan penuh dedikasi, menjaga loyalitas terhadap partai, serta mengedepankan semangat gotong royong dalam menjalankan tugas organisasi.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, menyebut Musran sebagai langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi partai dan memastikan keberadaan kader tetap dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Didit menekankan bahwa ranting merupakan garda terdepan partai yang berhadapan langsung dengan rakyat sehingga keberadaannya harus benar-benar aktif dalam menyerap aspirasi masyarakat.

“Melalui Musran ini kita membangun kepengurusan yang solid, militan, dan mampu menggerakkan organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan. Kader harus terus hadir di tengah rakyat dan bekerja untuk kepentingan masyarakat,” tegas Didit.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun seluruh kader harus tetap bergerak dalam satu barisan setelah keputusan partai ditetapkan.

Pesan senada disampaikan anggota DPR RI sekaligus tokoh senior PDI Perjuangan, Rudianto Tjen. Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa jabatan dalam struktur partai bukanlah penghargaan, melainkan amanah yang harus dijalankan untuk melayani rakyat.

“Jabatan di partai bukan hadiah. Itu adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata untuk masyarakat,” ujar Rudianto.

Ia menekankan bahwa musuh utama kader bukan sesama kader, melainkan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat seperti kemiskinan, pengangguran, rendahnya akses pendidikan, hingga belum meratanya jaminan kesehatan.

Karena itu, Rudianto meminta seluruh pengurus ranting dan PAC aktif mendata persoalan warga di lingkungan masing-masing serta hadir memberikan solusi.

“Kader harus menjadi bagian dari penyelesaian masalah rakyat. Jika ada warga yang belum memiliki BPJS, anak yang putus sekolah, atau keluarga yang belum menerima bantuan sosial, maka kader harus membantu memperjuangkannya,” katanya.

Menurut Rudianto, kekuatan partai tidak ditentukan oleh satu orang pemimpin, melainkan lahir dari kerja gotong royong seluruh kader dan pengurus di setiap tingkatan organisasi.

Pelaksanaan Musran yang diikuti ratusan kader dari seluruh Kabupaten Bangka tersebut menjadi simbol kuatnya konsolidasi internal PDI Perjuangan menjelang berbagai agenda politik ke depan.

Dengan terbentuknya kepengurusan ranting yang baru, partai berharap dapat semakin dekat dengan masyarakat serta memperkuat perjuangan politik yang berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Soliditas, gotong royong, dan kedekatan dengan rakyat adalah kunci utama kekuatan partai. Jika seluruh kader bergerak bersama, maka organisasi akan semakin kuat dan kepercayaan masyarakat akan terus meningkat,” tutup Rudianto Tjen.

Red.anasn70.

\ Get the latest news /