MNCCTV News — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka bersama DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar pendidikan politik dan konsolidasi partai dalam rangka pembentukan pengurus ranting di Kecamatan Puding Besar dan Kelurahan Belinyu, Kabupaten Bangka, Minggu (17/05/2026) sore.
Scroll Untuk Lanjut MembacaKegiatan tersebut dihadiri Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Imam Wahyudi, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka Erigustian, Wakil Sekretaris DPC Bangka Arnia, Ketua PAC Puding Besar, serta para pengurus PAC, ranting, dan kader partai.
Dalam sambutannya, Erigustian menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan partai harus diisi oleh kader-kader yang memiliki loyalitas, semangat perjuangan, serta kesiapan untuk membesarkan partai di tengah masyarakat.
Menurutnya, konsolidasi partai bukan hanya sekadar menyusun struktur organisasi, melainkan membangun kekuatan sumber daya manusia yang militan dan siap menjaga kemenangan partai ke depan.
“Kita ingin kepengurusan ini diisi orang-orang yang benar-benar bekerja ikhlas untuk partai. Tantangan ke depan semakin berat. Karena itu kita harus menjaga kemenangan PDI Perjuangan dan terus memperbesar kekuatan politik partai melalui kerja nyata di tengah masyarakat,” ujar Erigustian.
Ia juga menegaskan pentingnya tertib administrasi dan identitas kader partai melalui kepemilikan kartu tanda anggota bagi seluruh pengurus dan kader PDI Perjuangan di Kecamatan Puding Besar maupun Belinyu.
“Seluruh pengurus, kader, dan anggota PDI Perjuangan harus memiliki kartu anggota partai. Ini bukan sekadar administrasi, tetapi bentuk komitmen dan identitas perjuangan sebagai kader partai yang siap bergerak bersama rakyat,” tegasnya.
Tak hanya berbicara soal politik, Erigustian juga menekankan pentingnya kehadiran kader partai dalam membantu masyarakat kecil, terutama warga kurang mampu yang sedang mengalami kesulitan kesehatan.
Menurutnya, kader PDI Perjuangan harus memiliki kepekaan sosial dan cepat tanggap ketika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, khususnya warga sakit yang menjalani perawatan di rumah sakit.
“Kita harus hadir membantu warga yang sakit, apalagi masyarakat kurang mampu yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Kader PDI Perjuangan tidak boleh tutup mata. Kita harus tanggap dan hadir memberikan bantuan serta pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Erigustian juga menyampaikan komitmen partai dalam mendorong program-program sosial kemasyarakatan, salah satunya melalui kegiatan operasi katarak gratis bekerja sama dengan Yayasan Rudy Center.
Ia mengatakan program tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat kecil yang membutuhkan layanan kesehatan namun memiliki keterbatasan ekonomi.
“Melalui kegiatan operasi katarak gratis dari Yayasan Rudy Center, kita ingin membantu masyarakat mendapatkan kembali harapan dan kualitas hidup yang lebih baik. Banyak warga yang selama ini kesulitan berobat karena keterbatasan biaya, dan kegiatan sosial seperti ini harus terus kita hadirkan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Erigustian juga mengingatkan agar proses penyusunan kepengurusan ranting dilakukan secara sehat dan proporsional dengan mengedepankan kaderisasi yang luas, bukan didominasi hubungan keluarga dalam satu struktur organisasi.
“Kita ingin struktur partai ini kuat secara elektoral. Karena itu pengurus harus benar-benar orang yang mau bergerak di tengah masyarakat dan mampu memperbesar suara partai,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Babel, Imam Wahyudi, menekankan bahwa pembentukan ranting merupakan langkah strategis dalam memperkuat akar perjuangan partai hingga ke tingkat bawah.
Menurutnya, kekuatan partai sejatinya tidak hanya berada di kursi legislatif ataupun kantor partai, tetapi tumbuh dari ranting-ranting kecil yang hidup dan aktif di tengah masyarakat.
“Hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini momentum memperkuat akar perjuangan. Ranting adalah ujung tombak partai, tempat suara rakyat didengar dan semangat gotong royong dijaga,” kata Imam Wahyudi.
Ia menegaskan, politik yang diajarkan PDI Perjuangan bukan semata soal kekuasaan, melainkan tentang keberpihakan kepada rakyat kecil dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.
“Menjadi kader PDI Perjuangan bukan hanya memakai baju merah. Menjadi kader berarti siap hadir ketika rakyat membutuhkan, siap membantu tanpa melihat status sosial, dan siap menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat,” tegasnya.
Imam Wahyudi juga mengingatkan seluruh kader agar tidak menjadi kader yang hanya hadir saat momentum politik dan pemilu semata.
“Kader PDI Perjuangan harus hadir setiap waktu, dalam suka maupun duka masyarakat. Jangan ada kader yang arogan dan jangan pernah jauh dari rakyat,” ujarnya.Kegiatan pendidikan politik dan konsolidasi tersebut menjadi langkah strategis PDI Perjuangan dalam memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput melalui pembentukan pengurus ranting yang solid, militan, dan dekat dengan masyarakat.
Melalui konsolidasi ini, seluruh kader diingatkan bahwa kekuatan partai tidak hanya terletak pada jabatan politik, tetapi pada kerja nyata, loyalitas kader, serta kehadiran partai di tengah rakyat dalam setiap persoalan sosial dan kemasyarakatan.
Semangat gotong royong, solidaritas, dan kaderisasi yang sehat menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut, sekaligus menegaskan komitmen PDI Perjuangan untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat dan memperkuat basis perjuangan menuju agenda politik mendatang.
Red. Anasn70
PDI Perjuangan Bangka Perkuat Akar Partai, Erigustian Tekankan Kader Harus Hadir untuk Warga Kecil
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini






