MNCCTv News

Scroll Untuk Lanjut Membaca

BANGKA – Aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan gabungan masyarakat dari delapan desa di Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka, di depan pintu masuk PT Gunung Maras Lestari (PT GML), Kamis (30/7/2026), berlangsung aman dan kondusif di bawah pengamanan ketat Polres Bangka.

Kapolres Bangka AKBP Indra Feri Dalimunthe, S.H., S.I.K., M.H., M.M. turun langsung ke lokasi memimpin pengamanan sekaligus berdialog dengan massa aksi. Kehadiran Kapolres bersama jajaran bertujuan memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya secara damai tanpa mengganggu keamanan dan ketertiban.

Aksi yang diikuti sekitar 100 orang tersebut dipicu belum terpenuhinya tuntutan masyarakat terkait realisasi kebun plasma 20 persen serta kompensasi yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian dari pihak perusahaan.

Massa sempat meminta akses masuk ke area perusahaan untuk bertemu pihak manajemen. Karena belum dapat langsung bertemu dengan pihak yang berwenang, massa kemudian melakukan blokade di portal masuk Divisi 3 PT GML menggunakan pelepah kelapa sawit sebagai bentuk protes.

Meski situasi sempat memanas, personel Polres Bangka yang dipimpin langsung Kapolres berhasil melakukan pendekatan persuasif dan humanis sehingga aksi tetap berjalan tertib tanpa adanya bentrokan.

Di hadapan massa aksi, AKBP Indra Feri Dalimunthe mengajak seluruh peserta aksi untuk tetap mengedepankan ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan semua pihak.

“Kami hadir bukan untuk menghalangi masyarakat menyampaikan aspirasi. Silakan sampaikan pendapat dengan tertib dan damai. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang aman, tidak mudah terprovokasi, serta memberikan ruang bagi proses dialog agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik.

Kepolisian akan mengawal proses penyampaian aspirasi sekaligus menjaga keamanan seluruh pihak,” tegas Kapolres Bangka di hadapan massa aksi.

Kapolres juga meminta masyarakat mempercayakan proses mediasi yang sedang difasilitasi sehingga komunikasi antara warga dan perusahaan dapat berjalan secara terbuka.

Berkat pendekatan tersebut, sekitar pukul 14.00 WIB perwakilan masyarakat akhirnya difasilitasi untuk melakukan audiensi dengan manajemen PT GML di Main Office perusahaan.

Audiensi dihadiri oleh Kasat Pol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Budi Utama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Kurniawan, Kabag Ops Polres Bangka AKP Astrian Tomi, S.H., M.H., Kasat Intelkam Polres Bangka AKP M. Syarifudin Hamzah, S.T.r.K., S.I.K., M.H., Manager Humas PT GML Rosa, Plt. Kasat Pol PP Kabupaten Bangka Suherman, Pendiri Almaster Nasir, Ketua Almaster Provinsi Kepulauan Bangka Belitung M. Zein, Ketua Almaster Kabupaten Bangka Ashadi Rahman, serta sejumlah perwakilan masyarakat dari desa-desa terdampak.

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam lebih tersebut membahas tuntutan masyarakat terkait hak kebun plasma dan kompensasi yang diharapkan segera mendapat penyelesaian dari pihak perusahaan.

Usai audiensi, koordinator aksi menyampaikan hasil pertemuan kepada massa. Setelah menerima penjelasan, seluruh peserta aksi membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 16.13 WIB.

Selama rangkaian kegiatan berlangsung, Polres Bangka tetap mengedepankan pola pengamanan yang profesional, humanis, dan persuasif guna memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga serta memberikan ruang bagi penyelesaian persoalan melalui dialog.

Kapolres Bangka menegaskan bahwa Polri akan terus hadir sebagai pengayom masyarakat dan menjadi penjamin keamanan dalam setiap penyampaian aspirasi.
“Kami mengimbau seluruh pihak, baik masyarakat maupun perusahaan, untuk mengedepankan musyawarah dan komunikasi yang baik. Kepolisian akan terus mengawal setiap proses agar berjalan aman, damai, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Bangka,” tutup AKBP Indra Feri Dalimunthe.

Red Anasn70.

\ Get the latest news /