
MNCCTv News — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka bersama DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan pendidikan politik dan konsolidasi partai dalam rangka pembentukan pengurus ranting di Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Kamis (14/05/2026) sore.
Scroll Untuk Lanjut Membaca
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Imam Wahyudi, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka Erigustian, Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka Acit Karvina, wakil sekretaris DPC bangka Arnia l, Ketua PAC Kecamatan Riau Silip Putri, serta para pengurus PAC, ranting, dan kader partai.
Dalam sambutannya, Erigustian menegaskan bahwa proses pembentukan kepengurusan partai harus diisi kader-kader yang benar-benar memiliki loyalitas, semangat perjuangan, dan kesiapan membesarkan partai.
Menurutnya, konsolidasi partai tidak hanya berbicara soal struktur organisasi, tetapi juga tentang bagaimana membangun sumber daya manusia yang kuat dan militan dalam menjaga kemenangan partai di masa mendatang.
“Kita ingin kepengurusan ini diisi orang-orang yang benar-benar bekerja ikhlas untuk partai. Tantangan ke depan lebih berat, bagaimana mempertahankan kemenangan PDI Perjuangan dan kalau bisa menambah kekuatan politik kita,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar proses penyusunan kepengurusan ranting dilakukan secara sehat dan proporsional, dengan mengedepankan kaderisasi yang luas dan tidak didominasi hubungan keluarga dalam satu struktur organisasi.
“Kita ingin struktur partai ini kuat secara elektoral. Karena itu pengurus harus benar-benar orang yang mau bergerak di tengah masyarakat dan mampu memperbesar suara partai,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Babel, Imam Wahyudi, dalam sambutannya menekankan bahwa pembentukan ranting merupakan langkah strategis dalam memperkuat akar perjuangan partai hingga ke tingkat bawah yaitu ranting
Menurutnya, kekuatan partai sejatinya tidak hanya berada di kursi legislatif ataupun kantor partai, tetapi tumbuh dari ranting-ranting kecil yang hidup dan aktif di tengah masyarakat.
“Hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini momentum memperkuat akar perjuangan. Ranting adalah ujung tombak partai, tempat suara rakyat didengar dan semangat gotong royong dijaga,” kata Imam Wahyudi.
Ia menegaskan, politik yang diajarkan PDI Perjuangan bukan semata soal kekuasaan, melainkan tentang keberpihakan kepada rakyat kecil dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.
“Menjadi kader PDI Perjuangan bukan hanya memakai baju merah. Menjadi kader berarti siap hadir ketika rakyat membutuhkan, siap membantu tanpa melihat status sosial, dan siap menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat,” tegasnya.
Imam juga mengingatkan seluruh kader agar tidak menjadi kader yang hanya hadir saat momentum politik dan pemilu semata.
“Kader PDI Perjuangan harus hadir setiap waktu, dalam suka maupun duka masyarakat. Jangan ada kader yang arogan, jangan jauh dari rakyat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka, Acit Karvina, mengajak seluruh kader untuk terus menjaga soliditas dan memperkuat kerja-kerja sosial di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan merupakan partai wong cilik yang harus selalu hadir membantu masyarakat, termasuk dalam persoalan sosial, kesehatan, maupun pembangunan di desa-desa.
“Kita ingin kehadiran kader benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kalau ada persoalan di desa, silakan sampaikan kepada kami agar bisa diperjuangkan bersama,” kata Acit Karvina.
Ia juga meminta seluruh kader di tingkat desa aktif mendata kebutuhan masyarakat, termasuk program kesehatan dan bantuan sosial lainnya, sebagai bentuk nyata pengabdian partai kepada rakyat.
Kegiatan pendidikan politik dan konsolidasi tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kekeluargaan. Selain memperkuat struktur organisasi hingga tingkat anak ranting, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat solidaritas kader serta memperkuat konsolidasi menuju agenda politik mendatang.
Dengan konsolidasi yang terus diperkuat hingga tingkat bawah, PDI Perjuangan optimistis mampu menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mempertahankan posisinya sebagai kekuatan politik utama di Bangka Belitung.
Sebagai kesimpulan, kegiatan pendidikan politik dan konsolidasi PDI Perjuangan di Kecamatan Riau Silip menjadi langkah strategis dalam memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput melalui pembentukan pengurus anak ranting yang solid, militan, dan dekat dengan masyarakat.
Melalui konsolidasi ini, seluruh kader diingatkan bahwa kekuatan partai tidak hanya terletak pada jabatan politik, tetapi pada kerja nyata, loyalitas kader, serta kehadiran partai di tengah rakyat dalam setiap persoalan sosial dan kemasyarakatan.
Semangat gotong royong, solidaritas, dan kaderisasi yang sehat menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut, sekaligus menegaskan komitmen PDI Perjuangan untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat dan memperkuat basis perjuangan menuju agenda politik mendatang.
Red.Anasn70.




