SUNGAI PENUH MNCCTVNews.com – Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup I Sungai Penuh Tahun 2025 yang diikuti 514 pesilat usia dini I, usia dini II, serta pra-remaja dari sembilan kabupaten/kota di Provinsi Jambi dan Sumatera Barat berlangsung sukses dan meriah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Turnamen secara resmi ditutup oleh Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH, yang diwakili Ketua IPSI Kota Sungai Penuh Joly Satria, S.Pd, pada Sabtu (27/12/2025) di Gedung Olahraga (GOR) Kemenangan Kota Sungai Penuh.

Kejuaraan yang berlangsung selama empat hari, 24–27 Desember 2025, mempertandingkan kategori kelas tanding usia dini I, usia dini II, dan pra-remaja, dengan menggunakan peraturan terbaru IPSI Tahun 2025.

Turnamen ini mengusung tema :
“Pencak Silat Wali Kota Cup Sungai Penuh I Tahun 2025 sebagai Sarana Pengembangan Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Bangsa Sejak Usia Dini dan Remaja.”

Pada ajang tersebut, Satria Muda Indonesia (SMI) Kota Sakti Sungai Penuh berhasil keluar sebagai Juara Umum untuk kategori usia dini I dan pra-remaja.
Peringkat kedua diraih Tapak Suci Fighter Super, sementara peringkat ketiga diraih SMI Unit PLN.

Untuk kategori Pesilat Prestasi Remaja dan Dewasa, SMA Negeri 1 Sungai Penuh meraih juara pertama, disusul Academy Merangin sebagai juara kedua, dan SMA Negeri 2 Sungai Penuh sebagai juara ketiga.

Adapun pesilat terbaik putra diraih oleh Farhan Hasby Ghifari dari kontingen Singo Barantai Solok Selatan, sedangkan pesilat terbaik putri diraih oleh Ratu Bilqis Yusuf Innayahtullah.

Dalam sambutan tertulis Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH yang dibacakan oleh Ketua IPSI Joly Satria, Wali Kota menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya panitia, yang telah menyukseskan pelaksanaan Turnamen Pencak Silat Wali Kota Cup I Sungai Penuh 2025.

“Semoga suasana penuh keceriaan, keakraban, persaudaraan, serta persaingan positif antar atlet pencak silat ini dapat terus terpelihara dan ditingkatkan,” ujar Alfin.

Wali Kota juga mengajak seluruh peserta menjadikan turnamen ini sebagai sarana mempererat silaturahmi dan berbagi pengalaman demi melahirkan atlet pencak silat yang berkualitas, profesional, dan berprestasi.

Menurutnya, pencak silat sebagai warisan budaya bangsa tidak hanya melatih kemampuan fisik, tetapi juga membentuk karakter, mental, disiplin, ketekunan, serta rasa hormat kepada sesama.

“Terus lestarikan dan kembangkan seni bela diri tradisional pencak silat,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Alfin mengucapkan selamat kepada para juara serta memberikan motivasi kepada peserta yang belum meraih prestasi agar terus berlatih dan tidak berkecil hati.

“Tidak ada kemenangan yang diraih secara instan. Semua adalah hasil dari proses, latihan, dan kerja keras,” pungkasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kontingen dari kabupaten/kota di Provinsi Jambi dan Sumatera Barat, serta berharap turnamen ini dapat kembali digelar pada tahun mendatang.

Edi Tanjung

\ Get the latest news /