
SUNGAI PENUH MNCCTV.News.com – Kabar beredar terkait pengelolaan parkir di Kota Sungai Penuh kian menjadi sorotan. Sebanyak 34 titik parkir resmi di wilayah Kota Sungai Penuh diduga mengalami kebocoran pendapatan dalam skala besar.
Hampir di seluruh titik, kondisi parkir disebut-sebut tidak berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Informasi ini disampaikan oleh salah satu anggota DPRD Kota Sungai Penuh kepada media ini, Selasa (30/12/2025).
Ia mengungkapkan bahwa kebocoran tersebut terjadi hampir di semua titik parkir yang dikelola, sehingga berpotensi merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami menerima banyak laporan di lapangan. Dari 34 titik parkir yang ada, hampir semuanya diduga mengalami kebocoran. Ini tentu sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Menurutnya, lemahnya pengawasan serta sistem pengelolaan parkir yang tidak transparan menjadi faktor utama terjadinya kebocoran. Bahkan, di beberapa lokasi, penerapan karcis parkir disebut tidak konsisten, sementara setoran ke kas daerah diduga jauh dari potensi sebenarnya.
Anggota DPRD tersebut menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap sepele, mengingat sektor parkir merupakan salah satu sumber PAD yang seharusnya dapat dioptimalkan untuk pembangunan daerah.
“Jika dibiarkan, kebocoran ini akan terus terjadi dan merugikan masyarakat. Kami mendorong dilakukan evaluasi menyeluruh, termasuk audit pengelolaan parkir,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh belum memberikan keterangan resmi.
Namun DPRD berjanji akan membawa persoalan ini ke forum resmi agar segera ditindaklanjuti.
Kabar dugaan kebocoran di puluhan titik parkir ini pun mulai menyita perhatian publik dan memunculkan tuntutan agar pengelolaan parkir di Kota Sungai Penuh dilakukan secara lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
Edi Tanjung







