Dharmasraya, MNCCTV.News.com –Hari Kamis, 24 April menjadi momen istimewa bagi Dr. Amar Salahuddin, M.Pd., Wakil Rektor III Universitas Dharmas Indonesia (Undhari), yang tepat berusia 36 tahun. Ucapan selamat dan doa mengalir deras dari berbagai kalangan dosen, mahasiswa, hingga organisasi kemahasiswaan menandai betapa istimewanya kehadiran beliau di tengah dunia pendidikan tinggi.
Namun lebih dari sekadar perayaan ulang tahun, hari ini menjadi titik refleksi tentang kiprah luar biasa seorang akademisi muda yang telah menorehkan jejak bermakna dalam mendampingi generasi penerus bangsa.
Sebagai sosok yang membidangi kemahasiswaan, Dr. Amar dikenal bukan hanya sebagai pemimpin yang aktif dan visioner, tetapi juga sebagai sosok pembimbing yang hangat dan penuh empati. Di balik semangat yang tak pernah padam, ia hadir bersama mahasiswa—menjadi mentor, sahabat, sekaligus teladan. Kiprahnya begitu nyata dalam mendampingi berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti Jurnalistik, Literasi, Paskibra, Pramuka, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Tidak heran jika media sosial turut diramaikan dengan ucapan dan doa. Salah satunya datang dari akun Instagram @Afivo milik Dr. Afif Rofi’i, M.Pd., Ketua Badan Penjamin Mutu Internal Universitas Batang Hari (Unbari) Jambi, yang menulis penuh haru:
“Happy Birthday calon Profesor kebanggaan kita @amarsalahuddin, semoga selalu diberkahi dan dirahmati Allah Swt.”
Di kampus Undhari, suasana penuh kehangatan terasa di setiap sudut dari ruang kelas hingga Rumah Baca Marenda. Mahasiswa menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kehadiran sosok yang mereka anggap sebagai inspirasi nyata.
“Beliau itu dosen muda yang sangat disiplin dan tegas. Kadang bisa galak juga, tapi justru itu yang bikin kami segan dan hormat,” ujar Reno Putri, Presiden Mahasiswa BEM KM Undhari. “Namun di balik ketegasannya, beliau selalu jadi tempat bertanya, berdiskusi, dan mencari jalan keluar. Pengalaman beliau luas, cerita-ceritanya menginspirasi, dan setiap pertemuan dengannya selalu membawa semangat baru.”
Hal senada disampaikan M. Ikrar Islami, Ketua DPM dan UKM Pramuka Undhari.
“Pak Amar bukan sekadar dosen atau pejabat kampus. Beliau seperti kakak, sahabat, sekaligus sosok ayah bagi kami. Ia memahami dunia anak muda, peka terhadap keresahan kami, dan tak pernah lelah mendorong kami untuk tumbuh dan berkembang.”
Melalui akun media sosial pribadinya, Dr. Amar membalas dengan penuh kerendahan hati:
“Terima kasih banyak untuk semua ucapan dan doa. Salam sehat dan sukses selalu untuk kita semua. Sukses dunia dan akhirat.”
Usia 36 tahun bukan hanya angka, melainkan penanda perjalanan dan pencapaian seorang pendidik yang terus menyalakan lentera perubahan. Dalam dirinya, menyatu semangat, integritas, dan ketulusan—mewujud nyata dalam setiap langkahnya mendampingi mahasiswa. Dr. Amar telah membuktikan bahwa pemimpin sejati tak dilahirkan oleh usia, melainkan oleh ketulusan hati dan keinginan untuk memberi arti.
( Edi Tanjung )




