Detak Kompak news.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

PANGKALPINANG – Di tengah dominasi gawai dan derasnya arus budaya digital, permainan tradisional kembali mendapat ruang sebagai media membangun kebersamaan. Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari Fraksi PDI Perjuangan, Imam Wahyudi, menginisiasi IMWA Gaple Cup 2026, sebuah turnamen yang dirancang bukan sekadar menghadirkan kompetisi, tetapi juga mempererat tali silaturahmi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bangka Belitung.

Turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Agustus 2026 di Universitas Bangka Belitung (UBB), Balun Ijuk, Kabupaten Bangka, menjadi upaya menghadirkan ruang perjumpaan yang lebih inklusif bagi generasi muda. Di balik permainan gaple yang akrab di tengah masyarakat, tersimpan nilai-nilai strategi, komunikasi, kerja sama, dan sportivitas yang dinilai tetap relevan di era modern.

Bagi Imam Wahyudi, mahasiswa bukan hanya kelompok intelektual, tetapi juga calon pemimpin yang membutuhkan ruang untuk membangun jejaring, saling mengenal, dan belajar menghargai perbedaan. Karena itu, IMWA Gaple Cup hadir dengan semangat kebersamaan, bukan semata mengejar gelar juara.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bukan hanya kompetitif, tetapi juga mempererat silaturahmi, melatih strategi, komunikasi, dan sportivitas. Gaple memiliki nilai kebersamaan yang sangat kuat,” ujar Imam.

Ia menilai permainan tradisional tidak boleh dipandang sebagai hiburan semata. Di balik setiap pertandingan terdapat proses membangun kepercayaan, membaca situasi, menyusun strategi, serta memperkuat komunikasi antarpemain—kemampuan yang juga dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kepemimpinan.

Turnamen ini terbuka bagi seluruh mahasiswa di Bangka Belitung tanpa dipungut biaya pendaftaran. Panitia menyiapkan hadiah pembinaan senilai jutaan rupiah, dengan juara pertama memperoleh Rp1 juta, juara kedua Rp750 ribu, juara ketiga Rp500 ribu, serta hadiah bagi peserta berprestasi lainnya.

Lebih dari sekadar kompetisi, Imam berharap kegiatan ini menjadi ruang yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai kampus dalam suasana yang hangat, setara, dan penuh kekeluargaan.

“Melalui kegiatan sederhana seperti ini, kami ingin membangun ruang perjumpaan antarmahasiswa. Semangat kompetisi harus berjalan beriringan dengan persaudaraan, sehingga lahir generasi muda Bangka Belitung yang solid, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Di saat berbagai aktivitas anak muda semakin bergeser ke ruang digital, IMWA Gaple Cup 2026 membawa pesan bahwa tradisi tidak harus ditinggalkan untuk menjadi modern.

Sebaliknya, permainan sederhana yang telah lama hidup di tengah masyarakat justru dapat menjadi jembatan untuk memperkuat persatuan, merawat budaya lokal, dan menumbuhkan semangat kolaborasi di kalangan generasi muda Bangka Belitung.

Red.Anas.n70

 

\ Get the latest news /