MNCCTV NEWS

Scroll Untuk Lanjut Membaca

BANGKA — Membangun keselamatan lalu lintas tidak cukup hanya melalui penindakan. Komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

Semangat tersebut diwujudkan Direktorat Lalu Lintas Polda Kepulauan Bangka Belitung bersama Satlantas Polres Bangka melalui kegiatan Polantas Karib yang digelar di Terminal Sungailiat, Kabupaten Bangka, Kamis (10/9/2026) pagi.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026 itu mempertemukan jajaran kepolisian lalu lintas dengan para pengemudi ojek online (ojol) serta komunitas pengguna jalan.

 

Kegiatan dihadiri Direktur Lalu Lintas Polda Babel Kombes Pol Oskar Syamsuddin, S.I.K., M.T., Wadir Lantas AKBP Dedy Dwity Putra bersama jajaran, serta Kasat Lantas Polres Bangka AKP Kardonetso Siagian, S.H. beserta personelnya, Dinas Perhubungan Pemkab Bangka

Bagi jajaran lalu lintas, para pengemudi ojol dan komunitas pengguna jalan memiliki posisi strategis. Mereka setiap hari berada di jalan dan bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan lalu lintas.

Direktur Lalu Lintas Polda Babel Kombes Pol Oskar Syamsuddin mengatakan, Polantas Karib tidak hanya bertujuan membangun keakraban, tetapi juga membuka ruang komunikasi dua arah antara polisi dan masyarakat.

“Kita menyadari bahwa para pengemudi ojol dan komunitas merupakan pengguna jalan yang setiap hari beraktivitas dan berlalu lintas. Karena itu, kita tidak hanya ingin menyentuh aspek keselamatan di jalan, tetapi juga membangun komunikasi dan menjalin silaturahmi yang lebih erat,” ujar Oskar.

Menurutnya, informasi dari masyarakat yang berada langsung di lapangan sangat penting bagi kepolisian. Berbagai persoalan seperti balap liar, jalan berlubang, rambu dan marka yang bermasalah hingga pengendara yang melawan arus dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus tindak lanjut kepolisian.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah masukan juga disampaikan komunitas ojol, termasuk mengenai lokasi yang kerap terjadi pelanggaran melawan arus serta keberadaan CCTV yang tidak berfungsi.

“Ini menjadi masukan penting bagi kami karena mereka memberikan informasi berdasarkan kondisi nyata yang mereka hadapi sehari-hari. Hal-hal seperti ini akan kami komunikasikan dan tindak lanjuti sesuai kewenangan,” katanya.

Oskar menegaskan, Polantas Karib juga menjadi ruang bagi kepolisian untuk mendengar persoalan masyarakat yang tidak selalu berkaitan langsung dengan penindakan lalu lintas.

Salah satunya mengenai antrean panjang di SPBU yang dikeluhkan pengemudi ojol. Menurutnya, persoalan tersebut akan dikomunikasikan dengan pihak terkait agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik.

“Intinya, kita ingin membangun komunikasi dua arah. Masyarakat memberikan informasi kepada kami, dan kami juga memberikan solusi atau mengkomunikasikan persoalan tersebut kepada pihak yang berwenang,” ujarnya.

Ia memastikan program Polantas Karib akan terus dikembangkan di sejumlah lokasi lainnya dengan melibatkan jajaran yang bersentuhan langsung dengan pelayanan lalu lintas.

Selain menjadi ruang komunikasi, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pengawasan dan evaluasi terhadap pelayanan kepolisian.

“Jadi di dalam program ini ada ruang komunikasi sekaligus ruang pengawasan. Dari sisi internal, kita juga ingin mendapatkan masukan dari masyarakat mengenai bagaimana pelayanan kepolisian selama ini,” kata Oskar.

Kasat Lantas: Masyarakat Adalah Mitra Strategis
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bangka AKP Kardonetso Siagian mengatakan, kegiatan Polantas Karib merupakan langkah untuk semakin mendekatkan kepolisian dengan masyarakat pengguna jalan.

Menurutnya, pengemudi ojol dan komunitas memiliki pengalaman langsung mengenai kondisi lalu lintas sehari-hari sehingga masukan mereka sangat berharga dalam mendukung tugas kepolisian.

“Teman-teman ojol merupakan mitra strategis karena mereka setiap hari berada di jalan. Banyak kondisi dan persoalan lalu lintas yang mereka lihat secara langsung.

Karena itu, melalui kegiatan ini kami ingin membuka komunikasi agar setiap informasi yang disampaikan dapat menjadi bahan untuk kami tindak lanjuti,” ujar Kardonetso.

Ia menambahkan, kedekatan antara polisi dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi komunikasi yang aktif.
Masukan terkait pelanggaran lalu lintas, kondisi jalan, rambu, marka maupun persoalan keselamatan di jalan akan menjadi perhatian Satlantas Polres Bangka untuk dikoordinasikan dan ditangani sesuai kewenangan.

“Kami ingin masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi maupun keluhan. Semakin terbuka komunikasi, semakin cepat pula persoalan di lapangan dapat kita identifikasi dan dicarikan solusinya,” katanya.

Kardonetso berharap semangat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 dapat menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan yang humanis dan membangun budaya keselamatan berlalu lintas bersama masyarakat.

“Keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Dengan komunikasi dan sinergi yang baik, kita berharap tercipta lalu lintas yang lebih aman, tertib dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Melalui Polantas Karib, Polda Babel dan Polres Bangka menegaskan bahwa wajah pelayanan lalu lintas bukan hanya soal penindakan, tetapi juga tentang mendengar, merespons dan hadir bersama masyarakat dalam menyelesaikan persoalan di jalan.
Red. Anasn70

\ Get the latest news /