
MNCCtv News
Bangka — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Imam Wahyudi, S.IP., M.H dari Fraksi PDIP yang juga anggota Komisi III DPRD Babel menggelar kegiatan Reses Masa Sidang di Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, bertempat di Balai Adat Desa Baturusa, Minggu (18/01/2026) pagi.Scroll Untuk Lanjut MembacaKegiatan reses tersebut dipimpin langsung oleh Imam Wahyudi dan didampingi Kepala Desa Baturusa, Junaidi, serta dihadiri lebih dari 100 warga dari berbagai dusun di Desa Baturusa.
Kata Sambutan Kades Baturusa.
Dalam kata sambutannya, Kades Baturusa Junaidi menyampaikan apresiasi atas kehadiran anggota DPRD Babel untuk mendengar langsung persoalan-persoalan masyarakat di tingkat desa.
“Kami menyambut baik kegiatan reses ini, karena masyarakat dapat menyampaikan secara langsung apa yang menjadi kebutuhan dan kendala pembangunan di desa. Semoga apa yang disampaikan warga dapat diperjuangkan dan ditindaklanjuti pemerintah provinsi,” ujar Junaidi di hadapan masyarakat.
Junaidi menambahkan bahwa masih banyak persoalan di Baturusa, khususnya terkait infrastruktur dan fasilitas penunjang pelayanan publik yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Sambutan Pembuka Imam Wahyudi
Mengawali kegiatan, Imam Wahyudi menyampaikan bahwa reses merupakan kewajiban konstitusional anggota DPRD untuk turun langsung menyerap aspirasi masyarakat.“Hari ini saya hadir bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi mendengar, mencatat, dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan bapak ibu sekalian. Aspirasi ini akan kami kawal sesuai bidang tugas kami di DPRD Babel,” ujar Imam.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan di daerah tidak boleh hanya dilihat dari sisi kota, tetapi harus mencakup desa-desa yang menjadi basis kehidupan masyarakat.
“Desa-desa seperti Baturusa ini punya peran penting bagi daerah. Karena itu persoalan yang muncul di sini harus kita sikapi secara serius, terutama yang berkaitan dengan jalan, lampu, pendidikan, dan pelayanan dasar lainnya,” tambah Imam.
Aspirasi Warga: Jalan Dusun Plaben Rusak
Kegiatan reses berlangsung interaktif. Salah satu warga Dusun Plaben menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan Plaben yang rusak dan telah lama dikeluhkan masyarakat.
Merespon hal tersebut, Imam Wahyudi memberikan penjelasan bahwa secara teknis perlu dipastikan status jalan sebelum dilakukan penanganan.“Setahu saya, jalan itu perlu kita cek dulu status kepemilikannya. Apakah masih milik PT Timah atau sudah diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Bangka.
Tapi yang jelas, kami tidak tinggal diam. Kami akan komunikasikan dengan Bupati dan OPD terkait agar ada kepastian langkah,” tegas Imam.
Imam menekankan bahwa ia akan mengawal koordinasi lintas lembaga agar ada solusi yang jelas bagi masyarakat Plaben.
Keluhan Lampu Jalan Mati
Aspirasi lain disampaikan warga terkait lampu jalan yang mati di beberapa titik. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata lampu jalan mati karena token KWH pada meteran kosong.Terkait hal ini, Imam memberikan tanggapan bahwa persoalan seperti ini sebenarnya bisa diselesaikan melalui koordinasi teknis, tetapi perlu mekanisme anggaran yang jelas.
“Jika penyebabnya karena token KWH habis, kita akan komunikasikan skemanya seperti apa. Apakah menjadi tanggung jawab pemerintah desa, kabupaten, atau ada subsidi tertentu dari provinsi. Yang penting, lampu jalan ini tidak boleh dibiarkan mati terus karena menyangkut keamanan masyarakat,” ujar Imam.Guru Agama Keluhkan Tidak Ada Honor
Persoalan lain muncul dari Aisyah Anantami., warga Baturusa yang berprofesi sebagai Guru Agama honor. Ia menyampaikan keluhan bahwa para guru agama tidak lagi menerima honorarium seperti sebelumnya.
Keluhan ini mendapatkan perhatian serius dari Imam. Tanpa ragu, Imam langsung menghubungi Komisi IV DPRD Babel, melalui Ibu Mehoa S.H., M.H, yang membidangi pendidikan.
Dalam sambungan tersebut, Mehoa menjelaskan bahwa memang ada perubahan kebijakan.
“Berdasarkan surat edaran Gubernur, anggaran untuk honor guru agama saat ini ditiadakan. Namun kami di DPRD tetap akan mengawal dan memperjuangkan hak-hak guru agama,” ujar Mehoa melalui telepon yang disampaikan Imam kepada masyarakat.Warga mengapresiasi sikap cepat Imam yang langsung menghubungi pihak yang berwenang dalam bidang tersebut.
Penutup Reses
Di akhir kegiatan, Imam menegaskan bahwa seluruh aspirasi telah dicatat dan akan dibawa dalam rapat-rapat resmi DPRD maupun dalam komunikasi dengan pemerintah daerah.“Tidak semua masalah bisa selesai langsung di tempat, tapi memastikan ada proses dan perhatian adalah tanggung jawab kami. Terima kasih atas kepercayaan masyarakat Baturusa,” tutup Imam.
Kegiatan diakhiri dengan sesi dialog dan foto bersama warga.MNCCtv News.





