MNCCtv News.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bangka – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka resmi meluncurkan Program Kampung Zakat yang dipusatkan di Desa Penyamun, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung7, Selasa pagi (6/1/2026).

Program ini diluncurkan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat berbasis dana zakat, infak, dan sedekah, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi, pendidikan, serta kualitas hidup masyarakat kurang mampu.

Launching Program Kampung Zakat diselenggarakan oleh Kemenag Kabupaten Bangka dan dihadiri langsung oleh Bupati Bangka H. Fery Insani, sejumlah kepala dinas, perwakilan Baznas, unsur perbankan syariah, serta berbagai instansi dan elemen masyarakat lainnya.

Kehadiran lintas sektor tersebut menunjukkan dukungan dan komitmen bersama terhadap keberlanjutan program.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bangka, H. Syarifudin, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan bahwa pelaksanaan launching berjalan lancar dan menjadi tonggak awal kolaborasi dalam memberdayakan masyarakat Desa Penyamun.

“Hari ini kita telah melaksanakan launching Program Kampung Zakat Kementerian Agama di Desa Penyamun. Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan baik dan dihadiri oleh Bupati Bangka serta hampir seluruh instansi terkait, mulai dari kepala dinas, Baznas, perbankan, hingga unsur pemerintah desa dan kecamatan. Ini menunjukkan program ini disambut dengan sangat baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Program Kampung Zakat telah melalui proses panjang sebelum ditetapkan, mulai dari pengusulan ke pemerintah pusat, pendataan kelayakan desa, pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat, hingga tahapan sosialisasi dan pelaksanaan program awal.

Pada tahap awal, Kemenag menyalurkan berbagai bentuk bantuan pemberdayaan, di antaranya dana dari Kementerian Agama RI sebesar Rp50 juta, bantuan dari Baznas Nasional dan Baznas Pusat sebesar Rp20 juta, serta Baznas Kabupaten Bangka yang menyalurkan bantuan modal usaha UMKM dengan nilai bervariasi antara Rp7,5 juta hingga Rp8 juta.

Selain itu, Baznas Kabupaten Bangka juga memberikan bantuan dua unit rumah layak huni senilai Rp25 juta.

Dukungan juga datang dari Bank Sumsel Babel Syariah yang menyalurkan bantuan pemberdayaan ekonomi sebesar Rp20 juta kepada lima pelaku UMKM di Desa Penyamun.

“Bantuan ini tidak hanya difokuskan pada penguatan usaha ekonomi produktif, tetapi juga menyentuh aspek peningkatan kualitas hidup masyarakat, seperti pendidikan, keagamaan, dan pemenuhan kebutuhan dasar keluarga,” jelas Syarifudin.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa ke depan Program Kampung Zakat akan diperluas ke sektor pendidikan, di antaranya melalui pemberian beasiswa, fasilitasi pendidikan Paket C bagi anak putus sekolah, serta pemberian insentif bagi guru ngaji.

Saat ini, program pendidikan Paket C telah berjalan dan memfasilitasi 11 peserta tanpa dipungut biaya.

“Ke depan, kami akan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dan Bagian Kesejahteraan Rakyat untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk anak-anak yang memiliki potensi agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tambahnya.

Ia berharap Program Kampung Zakat dapat terus berkembang dan dilaksanakan secara masif dengan melibatkan seluruh instansi terkait, sehingga benar-benar menjadi solusi berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan dana umat.

Red: AnasN70 | MNCCtv News.

\ Get the latest news /